Berita

Nurfendi Raih Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025, Perjuangan Keras Berbuah Manis

Advertisement

Atlet balap sepeda Indonesia, Nurfendi, sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand. Kemenangan ini diraih Nurfendi di kategori men’s individual time trial kategori B, pada Rabu (21/1/2026) pagi, di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand.

Kisah Sang Juara

Nurfendi, yang berpasangan dengan pilotnya, Mufti Fadilah Salma, tampil mengejutkan. Ia berhasil mengungguli pasangan tandem andalan tuan rumah, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada, yang sebelumnya lebih diunggulkan berdasarkan hasil kejuaraan Desember 2025. Pasangan Thailand tersebut tercatat kalah selisih 10 detik dari Nurfendi/Mufti, yang menyelesaikan balapan sejauh 31,2 kilometer dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik.

“Awal start sempat merasakan ketegangan yang sangat luar biasa. Tetapi setelah berjalannya satu lap, dua lap, ketegangan itu bisa hilang karena melihat atau mendengar gap waktu dari para coach, akhirnya bisa lebih rileks,” ungkap Nurfendi, yang juga peraih medali perak di Asian Para Games 2022.

Perjalanan Karier Nurfendi

Perjalanan Nurfendi di dunia olahraga tidaklah instan. Ia bergabung dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada tahun 2011, awalnya menekuni cabang atletik. Namun, pada tahun 2018, ia memutuskan beralih ke para balap sepeda.

“Awal saya bergabung ke NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut di atletik dulu. Namun setelah berjalannya waktu, saya mulai gabung di para balap sepeda tahun 2018,” kata Nurfendi, dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Keputusan ini didorong oleh keinginannya untuk berprestasi lebih tinggi. “Dari situ, saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi karena di atletik saya stuck di situ-situ saja. Setelah masuk ke para balap sepeda, saya merasa suasana hati dan kondisi fisik kelihatannya bisa untuk lebih baik di cabor ini,” imbuhnya.

Advertisement

Semangat Kemandirian

Semangat juang Nurfendi sudah terlihat sejak ia masih remaja. Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi alasan baginya untuk bergantung pada keluarga. Ia justru memiliki impian untuk hidup mandiri.

“Saya tidak pernah bermimpi (seperti sekarang). Awal mengenal masuk ke sekolah luar biasa itu hanya berpikirnya untuk bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua, seperti itu,” ujar Nurfendi dengan nada penuh haru.

Persembahan untuk Bangsa

Kini, Nurfendi telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kemenangan ini ia persembahkan untuk berbagai pihak yang telah mendukungnya.

“Kemenangan ini saya persembahkan, yang pertama tentunya untuk Bangsa Indonesia, yang kedua untuk NPC Indonesia, dan yang ketiga untuk keluarga dan para pelatih,” kata Nurfendi.

Advertisement