PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang bepergian selama masa liburan untuk menghindari penggunaan KRL pada jam sibuk. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan penumpang yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.
Vidia (28), seorang warga Bekasi yang membawa anaknya yang masih balita untuk berlibur, mengaku belum sepenuhnya mengetahui detail imbauan tersebut. “Belum tahu (soal imbauan). Dari jam 10 sampai jam 3? Bukannya jam pulang kantor di jam 4 ya? Terus aku keluarnya jam berapa dong kalo gitu?” ujarnya saat ditemui di Stasiun Sudirman, Selasa (30/12/2025).
Meskipun demikian, Vidia mengakui adanya risiko membawa anak kecil saat KRL sangat padat pada jam-jam sibuk. “Iya bahaya kalo di jam-jam pulang kerja bawa anak. Karena jadi lebih padat dan orang-orang jalannya lebih cepet-cepet gitu. Jadi ngawasinnya sih agak (sulit),” sambungnya.
Herman (43), warga Depok lainnya, yang juga membawa putranya berlibur menggunakan KRL, menyatakan bahwa kereta masih cukup lengang saat ia berangkat sekitar pukul 10.00 WIB dari Stasiun Depok. “Kalau emang (imbauan) seperti itu, tadi sih alhamdulillah kosong ya pas pagi. Sekitar jam 10 sampai jam 11 itu nggak desek-desekan karena mungkin orang masih kerja ya,” kata Herman.
Herman menambahkan bahwa ia mampu mengawasi anaknya dengan ketat. Namun, ia juga merasa prihatin terhadap para pekerja yang terpaksa berdesakan di KRL bersama penumpang liburan. “Kalau pekerja, kasihan juga, sih, karena bukannya apa-apa ya, kalau naik kereta gini kalau yang lebih muda nggak pernah duduk gitu kan. Nggak enak juga kan kalau duduk, ketika ada ibu-ibu atau ini (anak) nggak nyaman, ya udah berdiri,” imbuhnya.
Sebelumnya, KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan KRL pada jam sibuk, yaitu antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Senin (29/12).






