Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum mengambil langkah untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Kamis, meskipun kebijakan serupa telah lebih dulu diadopsi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan bahwa detail kebijakan tersebut belum dibahas lebih lanjut.
Analisis Efektivitas Fleksibilitas Lokasi Kerja
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa Pemkot Bogor saat ini memiliki kebijakan terkait work from anywhere (WFA) yang diatur dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 800.1/Kep.196-BKPSDM/2025. Kebijakan ini memungkinkan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari berbagai lokasi, termasuk rumah, kantor Perangkat Daerah lain, atau ruang publik yang memadai.
Namun, Denny menekankan bahwa implementasi kebijakan WFA ini masih memerlukan analisis mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penerapan fleksibilitas lokasi kerja ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat signifikan, baik dalam peningkatan kinerja individu ASN, pencapaian target organisasi, maupun efisiensi anggaran.
Depok Terapkan WFH Tiap Kamis
Berbeda dengan Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan WFH setiap hari Kamis bagi para pegawainya. Kebijakan ini dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan bahwa penerapan WFH ini merupakan upaya untuk menyelaraskan pola kerja pemerintahan dengan perkembangan era digital dan sejalan dengan kebijakan Pemprov Jawa Barat. “Hari ini seiring dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah menerapkan WFH, sehingga kita mencoba sejalan dengan Pemerintah Provinsi,” ujar Supian seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, Supian menjelaskan bahwa WFH juga menjadi langkah adaptasi terhadap percepatan digitalisasi. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi efisiensi anggaran pemerintah daerah. “Hari ini era digital sudah semakin cepat perkembangannya. Salah satu upaya memulai kerja-kerja digital itu memang harus dipaksa juga dengan mekanisme WFH. Dulu kita sudah terbiasa dengan Zoom saat COVID-19, sekarang justru sudah jarang lagi,” jelasnya.






