Sebuah pesawat Smart Air tipe Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan mengalami gangguan mesin saat dalam penerbangan dari Nabire menuju Kaimana. Akibat insiden tersebut, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Gangguan Mesin Jadi Penyebab Utama
Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Lukman F Laisa, mengonfirmasi bahwa laporan awal menunjukkan adanya masalah pada mesin pesawat. “Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine,” ujar Lukman F Laisa dilansir detikSulsel, Selasa (27/1/2026).
Menghadapi situasi darurat ini, Pilot in Command (PIC), Captain Tania K, awalnya memutuskan untuk melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal. Namun, seiring penurunan thrust power yang semakin signifikan, PIC mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat di lokasi terdekat yang memungkinkan.
Evakuasi Selamat dan Penarikan Pesawat
Pesawat akhirnya mendarat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure. “Saat ini tengah dilakukan penarikan pesawat ke pantai,” jelas Lukman. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan telah berhasil dievakuasi dengan selamat menuju terminal bandara.
Investigasi Mendalam Akan Dilakukan
Menindaklanjuti kejadian ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut. “Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengetahui penyebab accident ini KNKT akan melakukan investigasi,” imbuh Lukman.
Pihak Dirjen Hubud terus berkoordinasi intensif dengan UPBU Douw Aturure Nabire, operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan aman dan terkendali.






