Berita

PKB Tanggapi Guyonan Prabowo: Saling Mengawasi Tanda Demokrasi, Bukan Ketidaksolidan

Advertisement

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berkelakar bahwa PKB perlu terus diawasi. Hanif menilai guyonan tersebut justru dimaknai secara positif sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

Demokrasi Sehat Melalui Pengawasan

Menurut Hanif, dalam sistem demokrasi, saling mengawasi antarpartai politik bukanlah indikasi ketidaksolidan, melainkan sebuah mekanisme untuk menjaga fokus dan disiplin bersama. Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pemerintahan yang kuat, rapi, dan selalu terbuka terhadap koreksi.

“Soal ‘PKB harus diawasi’, itu kelakar yang kami maknai secara positif. Dalam demokrasi, saling mengawasi bukan tanda tidak solid, tetapi cara menjaga fokus dan disiplin bersama. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pemerintahan yang kuat, rapi, dan terkoreksi,” ujar Hanif kepada wartawan pada Rabu (7/1/2026).

Sikap Kenegarawanan dan Komitmen Kebersamaan

Hanif juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang merangkul semua kekuatan bangsa, termasuk PKB yang memiliki pilihan berbeda pada Pemilihan Presiden lalu. Ia menegaskan komitmen PKB untuk berjalan bersama Prabowo dalam agenda pembangunan nasional.

“Meski pilpres lalu berbeda pilihan, Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan dengan merangkul semua kekuatan bangsa. PKB menghormati kepemimpinan itu dan memilih mengarahkan politik pascapilpres pada kebersamaan dan kerja nyata, serta hasil yang dirasakan rakyat, bukan memperpanjang polarisasi,” jelas Hanif.

Ia menambahkan, PKB memandang Prabowo sebagai pemimpin yang tegas, visioner, dan terbuka. “PKB berkomitmen berjalan bersama Presiden Prabowo dalam agenda besar pembangunan nasional. Kami memandang beliau sebagai pemimpin yang tegas, visioner sekaligus terbuka, dan PKB siap menjadi mitra strategis permanen yang setia pada Presiden, setia pada konstitusi, dan setia pada kepentingan rakyat,” sambungnya.

Guyonan Sebagai Tanda Perhatian

Senada dengan Hanif, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut candaan Prabowo sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan koalisi secara umum.

Advertisement

“Itu tanda sayang dan perhatian Pak Presiden kepada Cak Imin, diungkapkan dengan rasa humor dan suasana batin dan mimik bahagia, perhatian yang sama juga diungkapkan presiden kepada koalisi yang hadir untuk memberi semangat,” ujar Daniel Johan.

Daniel menegaskan bahwa PKB akan terus bekerja keras untuk mewujudkan program-program pemerintah.

“PKB akan terus bersama presiden dan bekerja keras memastikan seluruh program pemerintah berjalan baik,” tegas Daniel.

Konteks Candaan Prabowo

Candaan Presiden Prabowo mengenai PKB tersebut dilontarkan saat memberikan taklimat dalam acara retret koalisi di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Saat mengabsen kehadiran ketua umum partai koalisi, Prabowo sempat menanyakan keberadaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, sebelum akhirnya melontarkan kelakar tersebut.

“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” kata Prabowo saat itu. “Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” lanjut Prabowo sambil berkelakar.

Advertisement