Jakarta – Seorang pedagang kaki lima (PKL) di dekat jembatan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, menjadi korban penganiayaan hingga hidungnya berdarah. Pelaku diduga adalah ‘penguasa wilayah’ yang meminta jatah uang sebesar Rp 200 ribu.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban terlibat adu mulut dengan terduga pelaku. “Apa, lu mau nantangin?” tanya terduga pelaku dalam video tersebut.
Peristiwa penganiayaan ini diduga dipicu oleh penolakan korban untuk memberikan uang jatah sebesar Rp 200 ribu. Korban beralasan dagangannya baru dibuka dan belum menghasilkan keuntungan.
Penolakan tersebut memicu percekcokan yang berujung pada pengeroyokan. Disebutkan bahwa ada dua pedagang yang menjadi korban penganiayaan oleh para pelaku. Salah satu korban mengalami luka di bagian hidung dan tangan setelah berusaha menangkis senjata tajam yang dibawa pelaku.
Peristiwa ini terjadi di kawasan BKT, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12). Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku.
Berdasarkan unggahan di akun Instagram Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, salah satu pelaku berinisial SH (52) telah diamankan. “Pelaku berinisial SH, warga Kecamatan Duren Sawit berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman senjata tajam jenis pisau bersama rekannya,” ujar Alfian.
Sementara itu, pelaku lainnya berinisial SA (36), seorang tukang parkir, melakukan kekerasan dengan cara menyundul korban hingga mengakibatkan luka pada hidung dan mengeluarkan darah. “Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.






