Polda Metro Jaya telah berkomunikasi dengan Suderajat, penjual es kue jadul yang sempat dicurigai menggunakan bahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. Suderajat secara tegas menyatakan bahwa Bhabinkamtibmas tidak melakukan tindakan pemukulan terhadap dirinya.
Klarifikasi Bhabinkamtibmas
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi hal tersebut. “Ini juga didukung dari keterangan Pak Suderajat ya. Sudah berkali-kali Pak Suderajat menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas tidak melakukan pemukulan,” ujar Budi Hermanto, Senin (2/2/2026).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polda Metro Jaya juga telah memberikan pembinaan kepada Bhabinkamtibmas yang bersangkutan. Pembinaan ini difokuskan pada peningkatan cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat. “Bagaimana bisa menyampaikan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya; jangan sakiti hati masyarakat,” ungkapnya.
Permohonan Maaf dan Edukasi Masyarakat
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memberikan pernyataan terkait viralnya anggota TNI dan Polri yang mencurigai serta mengamankan pedagang es kue jadul di Kemayoran. Pihak kepolisian meminta maaf atas kejadian yang menimbulkan penilaian berbeda di masyarakat.
Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa tindakan personel di lapangan saat itu bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus memastikan keamanan masyarakat. “Kami dari Polda Metro Metro Jaya menyampaikan permohonon maaf apabila dalam upaya tindakan yang dilakukan oleh personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” kata Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1).
Budi Hermanto menegaskan bahwa institusi Polri tidak berniat untuk mematikan atau menghambat usaha masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kepolisian justru berkomitmen untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap berjalan lancar, aman, dan sehat.
“Kepolisian tidak pernah mematikan atau menghambat usaha UMKM masyarakat. Namun apa pun itu, kami memahami secara psikologis adanya kekecewaan publik,” tegasnya.






