Polres Bogor melaporkan situasi lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) relatif terkendali. Tidak terjadi kemacetan parah yang membuat kendaraan terjebak berjam-jam.
Metode Perhitungan Berbasis Data
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan metode perhitungan berbasis data dari gerbang tol sebagai indikator utama. “Kalau polanya sekarang, karena memang kita melihat dari counting GT (Gerbang Tol), di mana ada indikator yang sudah kita hitung,” kata Rizky, Sabtu (3/12/2026).
Polisi memiliki indikator spesifik yang menjadi penanda kapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way perlu diterapkan. Indikator ini ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning atau mendekati kuning. “Bilamana memang sudah memasuki hitungan dalam indikator sudah menandakan warna kuning, kami sudah mempersiapkan untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas,” ungkapnya.
Strategi ini memungkinkan rekayasa lalu lintas dilakukan lebih awal sebelum antrean kendaraan menjadi sangat panjang. “Jadi memang sebelum mereka mengekor lebih panjang, sudah kita laksanakan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi by data, by jumlah data (perhitungannya),” jelas Rizky.
Kriteria Penerapan One Way
Penerapan one way disiapkan apabila jumlah kendaraan yang menuju Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi mencapai sekitar 2.500 unit. Namun, pengamatan visual tetap menjadi pertimbangan penting.
“Bilamana ekornya masih kosong, mungkin masih bisa kita pending untuk rekayasanya. Tetapi kalau yang di atas sudah mulai padat, dalam artian mungkin di Pasar Cisarua-nya sudah ekornya panjang, mulai sudah dilaksanakan rekayasa walaupun di bawah, di Gadog masih terlihat lengang,” bebernya. Pendekatan ini memastikan rekayasa dilakukan secara proporsional.
Volume Kendaraan Selama Operasi Lilin
Selama periode Operasi Lilin, rata-rata tercatat sekitar 50 ribu kendaraan melintas di kawasan Puncak setiap harinya. Angka ini merupakan akumulasi dari kendaraan yang naik dan turun.
“Kurang lebih di 50 ribu untuk total naik-turun, kurang lebih di 50 ribu kendaraan yang naik-turun untuk roda empat ke atas,” pungkasnya.






