Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyatakan dukungan terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembentukan tim arsitektur di setiap daerah. Huda menilai ide tersebut sejalan dengan upaya menciptakan ketertiban, kebersihan, dan keindahan wilayah Indonesia.
Dukungan untuk Penataan Wilayah
“Kami tentu mendukung pemikiran Presiden Prabowo untuk menata wilayah terutama di kawasan pariwisata. Ide beautiful Indonesia tentu menjadi harapan kita semua, karena memang salah satu tujuan kita bernegara adalah menciptakan ketertiban masyarakat salah satunya di bidang kebersihan dan keindahan wilayah,” kata Huda kepada wartawan, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, ide adanya tim khusus arsitektur tiap daerah merupakan langkah segar dalam menata wilayah Indonesia. Namun, ia mengingatkan agar pelibatan kalangan profesional dan akademisi dari kampus tidak sampai menggeser fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah ada.
“Jangan sampai gagasan melibatkan kalangan profesional dari akademisi akan mematikan fungsi-fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggungjawab terhadap tata wilayah seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Cipta Karya, atau Dinas Pekerjaan Umum,” ujarnya.
Tantangan Penataan Wilayah dan Intervensi Pusat
Di sisi lain, Huda mengakui persoalan penataan wilayah kerap terkendala oleh sikap egoistis kepala daerah atau jajarannya. Pelanggaran terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) masih sering terjadi.
“Banyak kasus lahan hijau berubah jadi kawasan industri, lahan pertanian menjadi kawasan hunian, hingga kawasan serapan air menjadi hutan beton. Situasi ini terkadang membutuhkan langkah intervensi dari pemerintah pusat untuk menertibkannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Maka langkah Presiden Prabowo bisa dimaknai sebagai upaya penertiban pelanggaran tata ruang dan tata wilayah yang selama ini terjadi sehingga menciptakan kawasan kumuh, banjir, dan penuh sampah.”
Menjaga Ruang Partisipasi Lokal
Meski demikian, Huda menekankan pentingnya menjaga ruang partisipasi lokal dalam kebijakan penataan wilayah. Ia berharap kebijakan penataan wilayah tersebut selaras dengan kewenangan daerah.
“Kami berharap ruang ini tetap terjaga meskipun nantinya Presiden mengumpulkan kepala daerah dan menginstruksikan kebijakan penataan wilayah. Jangan sampai ruang partisipasi lokal ini menjadi tergerus jika ada kebijakan penataan wilayah yang bersifat top down,” tuturnya.
Pentingnya Kebersihan dan Keindahan untuk Pariwisata
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kebersihan kota dan desa sebagai kunci mendongkrak sektor pariwisata nasional. Ia berpendapat sulit mendatangkan wisatawan mancanegara jika wajah daerah masih kumuh dan tidak terkelola dengan baik.
“Saudara-saudara, salah satu penghasil devisa uang yang paling bagus adalah pariwisata. Bagaimana kita berharap wisatawan asing datang ke Indonesia kalau kota-kota kita kumuh, kalau desa-desa kita tidak bersih,” kata Prabowo saat meresmikan akad massal 50.030 KPR FLPP dan serah terima kunci di Serang, Sabtu (20/12).
Ia berharap setiap ibu kota provinsi hingga kabupaten/kota memiliki tim arsitektur yang mampu membantu kepala daerah menyusun masterplan pembangunan kawasan perkotaan. Perencanaan kota yang bersih, indah, dan asri, menurut Prabowo, akan memberi dampak besar dan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan wajah Indonesia yang lebih tertata dan menarik di mata dunia.
“Saya berharap tiap provinsi ibu kota, tiap ibu kota kabupaten, ada tim arsitektur, panggil dari semua fakultas arsitektur-arsitektur, bantu bupati, bantu wali kota, bantu gubernur bikin suatu masterplan ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten/kota. Bikin masterplan kota yang bersih, yang indah, yang sangat asri. Nanti luar biasa dampaknya. Kita ubah Indonesia menjadi beautiful, the beautiful Indonesia,” ujarnya.






