Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan aktivitas vulkanik signifikan di awal Tahun Baru 2026. Statusnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Kamis (1/1) pukul 18.00 Wita.
Peningkatan Aktivitas Gempa Vulkanis
Peningkatan status ini dipicu oleh lonjakan aktivitas kegempaan. Tercatat 122 kali gempa vulkanis dalam terjadi sejak 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 18.00 Wita. Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kenaikan gempa ini mengindikasikan adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat menuju permukaan.
“Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya erupsi,” kata Lana Saria, dilansir detikBali, Jumat (2/1/2026).
Data Kegempaan dan Deformasi Gunung Api
Selama periode 23-31 Desember 2025, tercatat berbagai jenis gempa, meliputi 1 kali gempa guguran, 11 kali gempa embusan, 4 kali gempa harmonik, 204 kali tremor non harmonik, 5 kali gempa low frequency, 115 gempa vulkanis, 15 gempa tektonik lokal, dan 53 kali gempa tektonik jauh dalam. Erupsi terakhir gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 Wita.
Aktivitas Lewotobi Laki-laki secara visual dan berdasarkan data kegempaan telah menunjukkan tren kenaikan dalam satu minggu terakhir. Data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola inflasi yang signifikan dalam rentang waktu singkat, mengindikasikan pergerakan magma yang mempengaruhi permukaan tubuh gunung api.
Selain itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) juga memperlihatkan pola inflasi pada komponen vertikal selama seminggu terakhir, yang mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan,” ujar Lana.






