Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan penghentian status tanggap darurat bencana di wilayahnya, yang kini beralih ke masa transisi. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan alokasi dana dan sumber daya pada fase pemulihan pascabencana.
Fokus Dana pada Penanggulangan dan Pemulihan
Bobby Nasution menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat, fokus utama anggaran adalah pada upaya penanggulangan korban, termasuk operasi pencarian dan penyelamatan, serta pemenuhan kebutuhan logistik mendesak. “Pada saat tanggap darurat itu dana yang kita miliki, dana yang kita fokuskan adalah untuk penanggulangan korban, pencarian, penyelamatan, kebutuhan logistik, yang memang difokuskan untuk keselamatan jiwa,” ujar Bobby dilansir detikSumut, Jumat (2/1/2026).
Memasuki masa transisi, alokasi dana akan diarahkan untuk intervensi pascabencana yang lebih luas. “Masa transisi ini artinya pascabencana yang tadi rumahnya, habis itu kebutuhan ekonominya, area-area pertaniannya, ini sudah bisa kita intervensi masuk menggunakan anggaran, kemarin belum,” terangnya.
Pencarian Korban Tetap Berlanjut
Meskipun status tanggap darurat telah dihentikan, Bobby Nasution menegaskan bahwa upaya pencarian korban hilang tidak akan terhenti. Ia memastikan bahwa kerja-kerja tanggap darurat masih akan terus dilakukan selama masa transisi ini. “Bukan berarti pencarian korban juga dihentikan, tidak. Transisi ini kan artinya sebagian masih ada bekerja tanggap darurat sebagian sudah masuk area pemulihan,” tegasnya.
Perubahan status ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara.






