Berita

Tawuran Berulang di Manggarai, Wibi Andrino Minta Pengawasan Khusus Pemprov DKI dan Polisi

Advertisement

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai NasDem, Wibi Andrino, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan aparat kepolisian untuk menetapkan kawasan underpass Manggarai sebagai area pengawasan khusus menyusul maraknya aksi tawuran yang terjadi berulang kali.

Desakan Pengawasan Khusus

Menanggapi insiden tawuran yang kembali pecah di underpass Manggarai, Wibi Andrino menyatakan bahwa penanganan yang lebih tegas dan komprehensif sangat diperlukan. “Harus tegas dan menyeluruh Pemprov DKI bersama kepolisian wajib menetapkan Manggarai sebagai kawasan pengawasan khusus,” ujar Wibi saat dihubungi pada Minggu (4/1/2026).

Menurut Wibi, penetapan kawasan pengawasan khusus ini mencakup beberapa langkah konkret. “Dengan patroli permanen, CCTV aktif, dan penegakan hukum tanpa kompromi bagi pelaku tawuran, Insyaallah berhenti itu tawuran,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa patroli permanen dan kamera pengawas yang aktif selama 24 jam diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi kekerasan.

Kronologi Tawuran di Manggarai

Sebelumnya, aksi tawuran antarwarga di underpass Manggarai masih terus terjadi bahkan di awal tahun 2026. Dua hari berturut-turut, insiden serupa pecah di lokasi tersebut.

Advertisement

Tawuran pertama di tahun 2026 terjadi pada Kamis (1/1) menjelang waktu magrib. Peristiwa ini melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 yang berkonflik dengan warga Magasen RW 12, Kelurahan Manggarai. Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa tawuran dipicu oleh suara ledakan petasan yang terdengar dari kolong flyover dekat Stasiun Manggarai, tepat pukul 18.10 WIB. “Tidak lama kemudian, warga RW 04 dan RW 012, tiba-tiba kedua kelompok kurang lebih 20 orang saling menyerang, melempar batu, dan petasan di terowongan Manggarai,” kata Iwan kepada wartawan pada hari yang sama.

Sehari berselang, pada Jumat (2/1), tawuran antarwarga kembali meletus di underpass Manggarai. Meskipun sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian, insiden ini kembali terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi bahwa situasi telah aman berkat kehadiran aparat keamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Sudah aman itu. Aparat keamanan sudah berada di TKP,” ujar Nicolas.

Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, awal mula kejadian tawuran kedua ini juga diawali dengan suara petasan yang terdengar dari Jalan Dr Saharjo atau terowongan Kelurahan Manggarai. Tak lama kemudian, warga dari RW 04 dan RW 012 kembali terlibat saling serang dengan lemparan batu dan petasan di terowongan yang sama.

Advertisement