Jakarta – Tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan terjebak di Pulau Socotra, Yaman, menyusul serangan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok separatis yang sempat menyebabkan penutupan wilayah udara. Ketiga WNI tersebut mengalami kondisi stranded sejak 3 Januari 2026.
Penutupan Wilayah Udara Picu Keterjebakan WNI
Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa penutupan wilayah udara Yaman oleh pemerintah Saudi pada 30 Desember 2025, saat serangan militer ke Pelabuhan Mukalla, menjadi penyebab utama tiga WNI tersebut tidak dapat meninggalkan Pulau Socotra.
“KBRI Muscat telah menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra, Yaman, pada 3 Januari lalu. Nah, mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke Pelabuhan Mukalla, Yaman, pada 30 Desember lalu,” ujar Heni di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Ketiga WNI tersebut diketahui masuk ke Pulau Socotra, yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai tempat persembunyian dajjal, melalui operator wisata di Uni Emirat Arab.
Upaya Evakuasi dan Penanganan oleh Perwakilan RI
Kasus ini kini ditangani oleh beberapa perwakilan Kementerian Luar Negeri di kawasan.
“Kasus ketiga WNI ini tengah ditangani oleh beberapa perwakilan kita di kawasan antara lain KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi,” kata Heni.
Menurut Heni, ketiga WNI tersebut dilaporkan dalam keadaan baik dan sehat. Upaya agar mereka dapat ikut penerbangan terus dilakukan.
“Berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman. Nah, kemudian mulai kemarin tanggal 7 Januari penerbangan sudah mulai dibuka dan pada penerbangan pertama yaitu maskapai Yemenia Airways, ketiga WNI tersebut belum ikut terangkut meskipun sebetulnya namanya sudah dimasukkan oleh pihak travel dan telah diupayakan oleh perwakilan RI. Nah rencananya pada hari ini nanti jam 1 siang dan juga besok ada penerbangan ke Jeddah, dan perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut,” jelasnya.
Pulau Socotra di Yaman memang kerap menjadi sorotan dan dikaitkan dengan berbagai spekulasi mengenai lokasi persembunyian dajjal.
Imbauan untuk Menghindari Wilayah Konflik
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, menegaskan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan koalisi Arab Saudi terhadap kelompok separatis di Yaman.
“Tapi yang jelas kita terus menghimbau kepada para WNI untuk menghindari wilayah-wilayah yang terjadi konflik meskipun sejauh ini alhamdulillah tidak dilaporkan adanya korban dari WNI,” kata Nabyl.
Ia berharap situasi konflik di Yaman dapat segera terselesaikan secara kondusif dan mengapresiasi tawaran dialog yang diajukan oleh Arab Saudi.
“Kita juga mengharapkan agar situasi di sana bisa diselesaikan dengan baik, dengan kondusif dan tidak melalui cara-cara konflik. Dan oleh karena itu kita menyambut baik mengenai upaya dari Arab Saudi yang menawarkan untuk melakukan dialog komprehensif di Riyadh,” ujarnya.






