Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa aktivitas pasar di berbagai daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera telah kembali beroperasi. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi daerah mulai terasa di tengah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Geliat Ekonomi Terasa di Pasar
Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (27/1/2026). Berdasarkan laporan pemerintah daerah dan pemantauan lapangan, geliat ekonomi masyarakat mulai bergerak, terutama melalui aktivitas perdagangan di pasar.
“Kalau untuk masalah perekonomian, hampir semua pasarnya sudah aktif semua,” kata Tito Karnavian.
Ia menegaskan bahwa kembalinya aktivitas pasar merupakan indikator penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat. Pasar dinilai sebagai pusat perputaran ekonomi lokal yang langsung berdampak pada penghidupan pedagang, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat sekitar.
Jaga Pasokan Energi dan Dukung UMKM
Selain pasar, Tito juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi pasokan energi seperti LPG dan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar aktivitas ekonomi dapat berjalan berkelanjutan. Dukungan distribusi logistik dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas perdagangan di daerah terdampak.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Tito menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dapat berlangsung merata dan berkelanjutan.
“Selain itu, pemerintah pusat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada pemulihan ekonomi daerah, termasuk pasar tradisional, UMKM, dan sektor jasa,” tutupnya.






