Sebuah truk tronton bermuatan baja dilaporkan mengalami rem blong saat melintas di Jalan Wonosobo-Parakan, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Rabu (31/12/2025) sore. Insiden tragis ini menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil dan sejumlah sepeda motor, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.
Kronologi Kecelakaan Maut
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, di tengah guyuran hujan. Truk tronton dengan nomor polisi AA 8173 OG diduga kehilangan kendali akibat rem yang tidak berfungsi optimal. Kendaraan berat ini pertama kali menabrak mobil BYD bernopol AA 1157 RN dan Daihatsu Xenia AA 1852 CE yang sedang terparkir di depan sebuah pompa bensin.
Tidak berhenti di situ, truk terus melaju dan menghantam tiga sepeda motor: Yamaha Vega, Honda Kharisma AA 5130 RP, dan Honda Vario AA 5732 UF. Dalam upaya menghindari tabrakan lebih lanjut, sebuah mobil Avanza berwarna putih yang berpenumpang empat orang mencoba bermanuver. Namun, truk tronton kemudian membanting setir ke kiri, menyebabkan kendaraan itu terperosok ke dalam parit setelah menghantam sebuah rumah.
Identitas Korban dan Pernyataan Polisi
Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, mengonfirmasi bahwa dua korban meninggal dunia dalam insiden ini. Korban tewas adalah pengemudi truk tronton berinisial N (64) dan seorang pengendara motor berinisial K (60).
“Kemudian dia (truk) mengalami rem tidak berfungsi dengan baik sehingga saat direm dikatakan blong. Menurut keterangan dari para saksi kemudian membentur mobil (BYD) yang diparkir di depan pom bensin,” ujar Seno kepada wartawan di lokasi kejadian.
Seno menambahkan, “Kemudian (truk) tersebut tidak berhenti, tetap melaju. Dari arah berlawanan ada mobil Avanza warna putih berpenumpang 4 orang sehingga Avanza oleng ke kiri. Dan truk banting ke kiri sehingga membentur rumah sehingga masuk parit.”
Korban yang pertama kali dievakuasi adalah empat penumpang Avanza. “Yang sudah kami temukan dan kirim ke RS PKU Muhammadiyah korban meninggal dunia ada 2 orang. Dan lima orang mengalami luka-luka,” tegas Seno.
Seluruh korban luka-luka telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan medis intensif.






