Sepakbola

Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di AS Menguat, Federasi Jerman Bersuara

Advertisement

Muncul seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026 yang rencananya akan digelar di Amerika Serikat. Wacana ini semakin menguat setelah salah satu wakil federasi sepak bola Jerman (DFB), Oke Gottlich, menyatakan dukungannya.

Ketegangan Geopolitik dan Imbasnya ke Sepak Bola

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat menjadi latar belakang munculnya seruan boikot ini. Situasi memanas ketika Amerika Serikat, di bawah perintah Donald Trump, disebut berupaya menguasai Greenland yang merupakan wilayah kekuasaan Denmark. Trump bahkan dilaporkan mengecam negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman, jika menentang kebijakan tersebut. Meskipun tarif dagang yang sempat diancamkan akhirnya dibatalkan, ketegangan politik tetap terasa.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam isu-isu internasional lainnya, seperti penangkapan Presiden Venezuela, Maduro, dan penguasaan minyak negara tersebut, juga disebut turut memicu sentimen negatif. Hal ini kemudian berujung pada munculnya seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Dukungan dari Federasi Sepak Bola Jerman

Oke Gottlich, wakil dari federasi sepak bola Jerman (DFB), secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap aksi boikot tersebut. Ia mengungkapkan keraguannya mengenai waktu yang tepat untuk membicarakan aksi boikot secara konkret.

Advertisement

“Saya bertanya-tanya, kapan waktu untuk membicarakan aksi boikot ini secara konkret?” ujar Gottlich kepada surat kabar Hamburger Morgenpost. “Saya yakin, waktunya akan tiba,” tegasnya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan akan menggelar 104 pertandingan, di mana 78 di antaranya akan berlangsung di Amerika Serikat. Gottlich mengingatkan bahwa Amerika Serikat sendiri pernah melakukan boikot terhadap Olimpiade 1980 di Moskow sebagai respons atas invasi Rusia ke Afghanistan setahun sebelumnya.

“Apa pembenaran untuk boikot Olimpiade pada tahun 1980?” kata Gottlich, yang juga menjabat sebagai presiden klub Bundesliga St Pauli. “Menurut saya, potensi ancamannya sekarang lebih besar daripada saat itu. Kita semua perlu membahas ini,” pungkasnya.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement