Bogor – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Puspa, meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik pungutan liar (pungli) di destinasi wisata. Langkah ini diambil menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 yang diprediksi akan meningkatkan mobilitas wisatawan.
Pungli Jadi Sorotan Utama
Ni Luh Puspa menyoroti maraknya pungli di kawasan wisata sebagai isu yang perlu segera ditangani. Ia mengungkapkan bahwa persoalan ini telah dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan instansi terkait, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Nah, ini juga adalah jadi kemarin kami sudah lakukan rakor di Polri dan salah satu yang kami garis bawahi adalah terkait dengan pungli di daya tarik wisata,” ujar Puspa kepada wartawan di Bogor, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, Pemda memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam pengelolaan daya tarik wisata di daerah masing-masing. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran Pemda dalam mengawasi praktik pungli.
“Teman-teman perlu ketahui bahwa yang menjadi leading sector untuk daya tarik wisata di daerah adalah teman-teman di Pemda, sehingga kami meminta dan berkoordinasi terus dengan Pemda, kemudian dengan polisi untuk memastikan mengawasi dengan lebih ketat lagi terkait dengan pungli ini,” jelasnya.
Puspa menambahkan bahwa penindakan terhadap pelaku pungli merupakan tanggung jawab bersama antara pihak kepolisian dan Pemda. Isu ini menjadi perhatian khusus mengingat lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan terjadi selama periode libur akhir tahun.
“Dalam surat edaran Menteri yang kita keluarkan itu masalah pungli sudah kita garis bawahi dan termasuk di rakor Polri kita juga minta ke Polri untuk meningkatkan pengawasan untuk spesifik bicara soal pungli tadi,” ucapnya.
Prediksi Puncak Arus Wisata
Terkait prediksi puncak arus wisatawan, Wamenparekraf menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi. Analisa awal menunjukkan bahwa puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada tanggal 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
“Perkiraannya tanggal 24 (Desember) puncaknya itu di 24. 24 Desember sampai dengan 2 Januari. Jadi nanti kita akan lihat perkembangannya seperti apa ya,” pungkasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi akhir tahun ini akan dipadati oleh sekitar 100 juta wisatawan.






