Pemalang, 30 Januari 2026 – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan langsung ke posko pengungsian korban banjir di Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik dan santunan kepada warga yang terdampak bencana.
Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi
Dalam kunjungannya, Agus Jabo Priyono mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ia menyatakan bahwa curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April mendatang, sehingga potensi banjir dan longsor sangat besar.
“Mari kita bersinergi, karena hingga sekitar April curah hujan diperkirakan masih tinggi dan potensi banjir serta longsor sangat besar. Kita perlu terus waspada selama musim hujan ini,” ujar Agus melalui keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Permohonan Maaf dan Fokus Tanggap Darurat
Agus menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kunjungannya ke Pulosari. Ia menjelaskan bahwa banyaknya wilayah terdampak bencana yang harus ditangani secara bersamaan menjadi penyebabnya.
“Saat ini ada lebih dari 30 titik daerah terdampak bencana yang harus kami urus. Namun alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir di Pulosari untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama Kementerian Sosial pada fase tanggap darurat adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, khususnya permakanan dan logistik pendukung.
“Yang terpenting saat ini adalah kebutuhan primer masyarakat. Mulai dari makanan, pakaian, kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak, hingga tempat tinggal sementara seperti tenda, kasur, dan selimut. Dapur umum menjadi kunci agar kebutuhan makan pengungsi tetap terjamin,” jelasnya.
Peninjauan Fasilitas dan Pesan Mitigasi
Setelah menyerahkan bantuan, Agus meninjau langsung dapur umum Kemensos, ruang pengungsian, serta ruang khusus bagi ibu dan anak, termasuk ruang menyusui. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana.
“Mari kita jaga alam kita, agar alam juga menjaga kita semua,” tuturnya.
Dampak Bencana dan Santunan Ahli Waris
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 283 orang mengungsi di Kantor Kecamatan Pulosari. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melaporkan bahwa 83 rumah terdampak, dengan 33 rumah mengalami rusak berat akibat bencana yang terjadi pada malam hari.
“Karena kejadian berlangsung pada malam hari, warga lebih memprioritaskan penyelamatan jiwa,” jelas Anom.
Kementerian Sosial menyerahkan santunan kepada empat ahli waris korban meninggal dunia masing-masing sebesar Rp15.000.000, dengan total santunan Rp60.000.000. Santunan diberikan kepada keluarga almarhum Tanto, Aksinudin, Khamim, dan Rutinah.
Siti Maryam, istri almarhum Aksinudin, mengungkapkan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah. “Saya masih harus kuat dan meneruskan kehidupan bersama anak-anak,” ujarnya.
Rincian Bantuan Kemensos
Selain santunan ahli waris, Kemensos menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp198.150.000, termasuk kursi roda bagi penyandang disabilitas. Total bantuan Kemensos yang disalurkan mencapai Rp1.413.451.250.
Rincian bantuan logistik kebencanaan yang dikirim dari Gudang Induk Bekasi ke Kabupaten Pemalang meliputi:
- Makanan siap saji: 2.200 paket
- Lauk pauk siap saji: 1.200 paket
- Selimut: 600 lembar
- Kasur: 550 lembar
- Kidsware: 340 paket
- Family kit: 550 paket
- Tenda gulung: 400 lembar
- Tenda serbaguna: 1 unit
- Dumlap: 1 unit
- Sandang anak: 300 paket
- Tenda keluarga: 5 unit






