Berita

Wanita Hendak ke Gereja di Jakut Dijambret, iPhone 16 dan Dokumen Hilang

Advertisement

Jakarta – Seorang wanita berinisial RAF (33) menjadi korban penjambretan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tas yang berisi dokumen penting dan sebuah iPhone 16 miliknya raib digondol pelaku saat hendak menuju gereja.

Pelaku Beraksi Saat Korban Akan Beribadah

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) pagi, tepatnya di depan Gerbang Selatan Gading Kirana, Jalan Boulevard Artha Gading, Kecamatan Kelapa Gading. Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini tengah memburu kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim, aksi penjambretan ini mengakibatkan korban kehilangan tas yang berisi dokumen serta sebuah iPhone 16. Ia menambahkan bahwa laporan mengenai kejadian ini diterima dari saksi mata yang merupakan petugas keamanan setempat.

Kejadian bermula ketika korban hendak menjalankan ibadah ke gereja yang berlokasi di sebuah hotel di Kelapa Gading. Karena area parkir gereja penuh, mobil korban terparkir di area ruko sekitar hotel. Saat korban hendak menaiki mobil jemputan dari gereja, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba menghampirinya dan merampas tas yang sedang ditentengnya.

Advertisement

“Korban sempat menahan tas tapi tidak kuat dan terjatuh,” ujar AKP Kiki Tanlim, menirukan keterangan saksi. Meskipun sempat berupaya mempertahankan barang miliknya, korban tidak berhasil mencegah pelaku yang kemudian melarikan diri.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Buru Pelaku

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (4/1) sore. Polisi juga telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Kami mengambil keterangan dari sejumlah saksi dan memeriksa CCTV di kawasan tersebut untuk mengungkap pelaku kasus ini,” jelas AKP Kiki Tanlim. Pihaknya berupaya keras mengidentifikasi para pelaku berdasarkan keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas untuk segera membawa mereka ke hadapan hukum.

Advertisement