Berita

Warga Lenteng Agung Tuntut Penutupan Tempat Hiburan Malam di Hotel, Mediasi Diupayakan

Advertisement

Sejumlah warga di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar aksi penolakan terhadap operasional tempat hiburan malam yang berlokasi di sebuah hotel. Pihak kepolisian mengupayakan mediasi antara manajemen hotel dan perwakilan warga untuk mencari solusi terbaik.

Mediasi Diarahkan untuk Selesaikan Persoalan

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma, menyatakan bahwa pihaknya telah mendengar aspirasi penolakan warga terhadap tempat hiburan malam yang dikenal sebagai Party Station. Ia mengarahkan agar manajemen hotel dan warga segera duduk bersama untuk melakukan mediasi. “Mungkin tadi sudah mendengar (penolakan Party Station), mungkin nanti bisa mediasi dari pihak manajemen dan warga memang harus duduk bareng,” ujar Nurma, dilansir Antara, Sabtu (31/1/2026). Nurma menambahkan, jajarannya telah bersiaga penuh untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang berlangsung pada Jumat (30/1) malam.

Kekhawatiran Warga Terhadap Potensi Maksiat

Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi, mengungkapkan alasan utama warga turun ke jalan. Ia menyatakan kekhawatiran warga bahwa tempat tersebut telah beralih fungsi menjadi sarang maksiat. “Setelah tahu dibuka Party Station diduga menjadi tempat maksiat yaitu seperti tempat menjual minuman keras, dan juga laki-laki perempuan berkumpul yang merupakan bukan muhrimnya sangat dilarang sama agama Islam,” jelas Fauzi.

Advertisement

Kekhawatiran ini semakin menguat mengingat bulan suci Ramadhan yang semakin dekat. Fauzi menekankan bahwa suasana khusyuk untuk ibadah dan majelis taklim terganggu oleh keberadaan tempat hiburan malam tersebut. “Terlebih, mendekati bulan suci Ramadhan, di mana majelis taklim harusnya melakukan doa ini malah terganggu dengan adanya tempat maksiat tentu jelas warga menolak penuh,” tuturnya.

Ancaman Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Diabaikan

Warga Kampung Sawah memberikan peringatan tegas. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan skala yang lebih besar apabila tuntutan penutupan tempat hiburan malam tersebut tidak segera dipenuhi. “Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi,” tegasnya.

Advertisement