Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menandatangani pakta integritas sekaligus mencanangkan pembangunan Zona Integritas di lingkungan kementeriannya. Upaya ini bertujuan menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi dan birokrasi yang bersih.
Komitmen Reformasi Birokrasi
“Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani melalui penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja tahun 2026,” ujar Yusril kepada wartawan seusai acara di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Yusril menjelaskan bahwa penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya kementerian untuk memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Acara pencanangan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Kumham Imipas Otto Hasibuan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini, serta Ketua Ombudsman Republik Indonesia Mokhammad Najih.
“Pencanangan dan sekaligus penandatanganan zona integritas ini sangat penting untuk membangun komitmen bersama bagi seluruh jajaran Kemenko dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang diembankan kepada kami semua,” ucapnya.
Ia melanjutkan, komitmen tersebut adalah untuk menciptakan birokrasi yang bersih, bebas dari korupsi, nepotisme, penyimpangan, dan segala bentuk hal negatif lainnya.
Tegaskan Kewajiban ASN
Dalam kesempatan itu, Yusril menegaskan kewajiban seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara untuk bekerja dengan benar dan sungguh-sungguh. Ia meminta seluruh jajaran untuk berkomitmen dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.
“Dan pencanangan komitmen di awal tahun 2026 ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali seluruh jajaran bahwa kita seluruh Aparatur Sipil Negara, seluruh penyelenggara negara, berkewajiban untuk bekerja dengan seksama, sungguh-sungguh, melaksanakan program-program pemerintah yang dituangkan dalam program Asta Cita Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ungkapnya.






