ACEH TIMUR – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) telah mengirimkan 119 taruna dari Politeknik Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) untuk membantu proses pemulihan di Aceh Timur. Pengerahan ratusan taruna ini merupakan respons terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Para taruna telah berada di Aceh selama empat hari tiga malam. Mereka tiba di Lapas Narkotika Langsa pada Minggu, 11 Januari 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuala Simpang dan tiba pada Senin, 12 Januari 2026. Rencananya, mereka akan bertugas membantu pemulihan hingga 24 Januari mendatang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, mengapresiasi kesigapan para taruna. “Saya mengapresiasi kesigapan para taruna Poltekip dan Poltekim yang turun langsung membantu masyarakat. Ini adalah wujud nyata pengabdian dan empati kepada sesama,” ujar Yan dalam keterangan tertulis Kemenimipas pada Rabu, 14 Januari 2026.
Yan menilai bahwa pendidikan kedinasan tidak hanya membentuk kompetensi, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial. Para taruna terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk membersihkan lingkungan pemukiman warga, membantu pemulihan fasilitas umum, serta membersihkan area Lapas Kelas IIB Kuala Simpang dan SDIT Darul Mukhlisin.
Lebih lanjut, Yan Rusmanto menambahkan bahwa kehadiran 119 taruna Poltekip-Poltekim tidak hanya meringankan beban warga terdampak bencana, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabanjir.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga yang akan menjadi bekal penting bagi para taruna di masa depan. “Agar kelak mampu menjalankan tugas dengan nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Semangat kemanusiaan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas mereka di masa depan,” imbuhnya.






