Komedian Aden Bajaj baru-baru ini menarik perhatian publik saat tampil bersama putri sulungnya, Shaka, di atas catwalk. Momen tersebut menunjukkan Shaka yang begitu menikmati sorotan lampu kamera dan perhatian penonton. Namun, di balik penampilan sang putri, terungkap bahwa anak kedua Aden memiliki karakter yang sangat kontras.
Kontras Karakter Anak-anak Aden Bajaj
Istri Aden, Shinta, menjelaskan bahwa ketiga anak mereka memiliki kepribadian dan talenta yang sangat berbeda. Shaka, sang putri sulung, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap dunia hiburan, sementara anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki justru lebih unggul di bidang akademis.
“Kita punya tiga anak tuh beda-beda karakter ya, talentanya beda-beda. Jadi kita ngikutin aja maunya dia ke mana,” ungkap Shinta saat diwawancarai bersama Aden di Studio Brownis TransTV, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Shinta menambahkan bahwa putra mereka sangat gemar belajar dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Ia bahkan cenderung enggan jika diajak tampil di layar kaca.
“Yang kedua tuh yang cowok akademis banget. Dia demen belajar, olahraga, ikut olimpiade gitu. Makanya kalau diajak ke acara TV dia gak pernah mau,” jelas Shinta. Aden pun membenarkan hal tersebut, “Gak pernah mau yang cowok. Cowok mah gak.”
Pola Asuh Mengikuti Minat Anak
Menyadari perbedaan minat yang signifikan di antara anak-anaknya, Aden dan Shinta sepakat untuk menerapkan pola asuh yang fleksibel. Mereka berkomitmen untuk mendukung dan mengikuti minat masing-masing anak tanpa memaksakan kehendak.
Namun, untuk Shaka yang mulai menunjukkan ketertarikan pada dunia hiburan, khususnya bermain film, Aden mengaku memiliki sikap yang cukup protektif.
“Saya emang protektif banget kalau soal entertain. Kita kasih tahu batasan-batasan apa,” ujar Aden. Mantan personel grup lawak Bajaj ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai seluk-beluk produksi sebelum mengizinkan putrinya terlibat lebih jauh.
“Sekarang ini Shaka lagi pengen banget main film. Tapi saya bilang, tunggu dulu, sabar dulu. Ayah lihat dulu produksinya seperti apa. Setidaknya dia punya bayangan, jadi jangan cuma mikir ‘Wah film tuh enak ih’, lihat dulu prosesnya,” pungkas Aden.






