Kebakaran yang melanda pabrik pengolahan obat herbal di kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/1/2026) akhirnya berhasil dipadamkan. Pihak pemadam kebakaran menduga api pertama kali muncul dari ruang laboratorium.
Api Berasal dari Ruang Lab
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran Sektor Gunung Putri berhasil mengendalikan situasi. “Situasi akhir api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Sektor Gunung Putri,” ujar Yudi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1/2026).
Mengenai penyebab pasti kebakaran, Yudi menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, indikasi awal mengarah pada ruang laboratorium. “Untuk proses terjadinya kebakaran belum dapat diketahui, hanya baru dapat diketahui asal api dari ruang lab karena sedang atau baru beres produksi,” tambahnya.
Pengerahan Unit Pemadam
Sebanyak 11 personel dan delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar di pabrik tersebut. Proses pemadaman memakan waktu sekitar dua jam.
“Unit kendaraan yang berangkat dan melakukan penanganan diantaranya 4 unit dari Sektor Gunung Putri kemudian perbantuan dari damkar Sektor Cileungsi, Sektor Babakan Madang, Damkar Kota Bogor dan Rescue kab.Bogor, masing-masing satu unit,” jelas Yudi.
Ia merinci, tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 10.11 WIB dan langsung melakukan penanganan. “Kemudian penanganan selesai pukul 11.53 WIB,” imbuhnya.
Kronologi Awal
Sebelumnya, api telah membakar pabrik pengolahan obat herbal di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Komandan Pemadam Kebakaran Sektor Gunung Putri, Hendra, mengonfirmasi kejadian tersebut saat dimintai konfirmasi pada Jumat (16/1). “Betul, saat ini sedang penanganan, anggota masih bekerja. Itu pabrik yang terbakar,” katanya.
Dalam rekaman video yang beredar, api terlihat melalap bangunan pabrik dengan kobaran yang cukup besar. Asap hitam tebal membubung tinggi ke udara, menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Sejumlah warga terlihat berlarian mencari alat bantu pemadaman, sementara yang lain menjauhi area kebakaran.






