Berita

Banjir Pati Hampir Sepekan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu untuk Cari Makan

Advertisement

Pati, Jawa Tengah – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah berlangsung hampir sepekan tanpa menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air di beberapa wilayah, seperti Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, memaksa warga untuk beradaptasi dengan menggunakan perahu sebagai alat transportasi utama.

Aktivitas Terhambat Akibat Banjir

Banjir yang terjadi sejak Jumat (10/1/2026) ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, ditambah dengan meluapnya Sungai Silugonggo. Kondisi ini diperparah oleh letak permukiman warga yang berada persis di tepi sungai, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Warga terlihat terpaksa menggunakan perahu untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari kebutuhan pokok hingga memberi makan ternak. Meskipun pemerintah desa telah menyediakan posko pengungsian, banyak warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.

Warga Memilih Bertahan di Rumah

Salah seorang warga, Sriyatun, bersama suaminya, menceritakan pengalamannya harus menggunakan perahu untuk sekadar keluar rumah. “Sejak lima hari ini kebanjiran, aktivitas ini ya lumpuh, gunakan perahu. Di rumah itu sampai 75 sentimeter, kalau di pekarangan bisa 1 meter lebih karena lokasi juga dekat dengan sungai,” ujar Sriyatun saat ditemui di lokasi.

Advertisement

Meskipun rumahnya terendam banjir hingga ketinggian tertentu, Sriyatun dan keluarganya memilih untuk menempati bagian dapur yang belum tergenang air. Ia menjelaskan bahwa aktivitas keluar rumah, seperti mencari makan atau mengurus ternak lele, dilakukan dengan perahu, sementara kendaraan pribadi diparkir di tempat yang lebih aman di masjid.

“Ini aktivitas keluar misalnya cari makan, mau beri makan lele, kendaraan di parkir yang aman di masjid, gratis di sana,” jelasnya.

Advertisement