Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 1.199 orang meninggal dunia. Selain itu, 114.200 warga masih terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Rincian Korban dan Kerusakan
Berdasarkan data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas terbanyak ditemukan di Aceh Utara dengan total 245 orang. Wilayah yang sama juga mencatat jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 33.300 orang. BNPB juga melaporkan bahwa masih ada 144 orang yang dinyatakan hilang akibat bencana yang terjadi sejak November 2025 tersebut.
Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini sangat masif. Tercatat 175.050 rumah mengalami kerusakan di 53 kabupaten/kota yang terdampak. Selain itu, bencana ini juga merusak 215 fasilitas kesehatan, 4.546 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 786 jembatan, dan 2.057 ruas jalan.
Upaya Pemulihan dan Bantuan Logistik
Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan upaya pemulihan pascabencana. Fokus utama meliputi pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan serta jembatan yang terputus, dan pemulihan kawasan permukiman warga.
Distribusi logistik terus dilakukan sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026. Total bantuan logistik yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.757,03 ton. Penyaluran ini menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk 56 sorti pesawat carter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk melalui jalur darat, dan 7 kapal laut.
Dana Tunggu Hunian (DTH) Disiapkan
Selain pembangunan hunian tetap dan sementara, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.346 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 10.717 rekening penerima telah siap dan bantuan telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga.






