Sepakbola

Benfica Ajukan Banding atas Sanksi UEFA untuk Gianluca Prestianni Terkait Dugaan Rasisme

Advertisement

Lisbon – Klub sepak bola Benfica dilaporkan mengajukan banding atas sanksi larangan bermain sementara yang dijatuhkan UEFA kepada pemain mudanya, Gianluca Prestianni. Hukuman ini diberikan menyusul dugaan insiden rasisme yang melibatkan Vinicius Junior dalam laga Liga Champions akhir pekan lalu.

Kontroversi di Lisbon

Pertandingan antara Benfica melawan Real Madrid di Lisbon diwarnai oleh insiden yang berujung pada keluhan resmi. Vinicius Junior mengklaim bahwa Prestianni melontarkan hinaan bernada rasisme dengan memanggilnya ‘monyet’.

Namun, Prestianni membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa hinaan yang dilontarkannya kepada winger Real Madrid itu adalah ‘homo’, bukan ‘mono’ (monyet dalam bahasa Spanyol).

Proses Investigasi UEFA

Menanggapi klaim dari Vinicius Junior, Real Madrid segera mengajukan keluhan resmi kepada UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut kemudian menunjuk seorang inspektur etika dan disiplin untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini.

UEFA memutuskan untuk memberikan sanksi larangan bermain sementara kepada Prestianni. Hukuman ini berlaku untuk leg kedua pertandingan antara Benfica dan Real Madrid yang dijadwalkan berlangsung di Santiago Bernabeu pada Kamis, 26 Februari 2026. Sanksi ini bersifat sementara selama proses investigasi masih berjalan.

Advertisement

Banding Benfica

Menurut laporan media Portugal, A Bola, Benfica menyatakan keberatan atas sanksi yang diterima oleh Prestianni. Pihak klub menegaskan komitmen mereka dalam memerangi segala bentuk rasisme.

“Sport Lisboa e Benfica telah diberitahu tentang keputusan UEFA untuk menjatuhkan hukuman skorsing sementara satu pertandingan kepada pemainnya, Gianluca Prestianni, sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas insiden yang terjadi selama pertandingan melawan Real Madrid,” demikian bunyi pernyataan resmi Benfica, seperti dilansir dari A Bola.

“Klub menyesalkan kehilangan pemain tersebut sementara proses masih dalam penyelidikan dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA ini, meskipun tenggat waktu yang dimaksud kemungkinan tidak akan berdampak praktis pada leg kedua babak play-off Liga Champions,” lanjut pernyataan tersebut.

Insiden ini menambah daftar kontroversi yang mewarnai pertandingan sepak bola Eropa, menyoroti pentingnya penegakan aturan anti-rasisme yang tegas.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement