Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menaburkan 1.600 kilogram garam di langit Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan genangan dan banjir.
Detail Operasi Modifikasi Cuaca
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa dalam OMC ke-11 ini, BPBD DKI Jakarta menebarkan bahan semai di langit perairan Laut Jawa dan Tangerang Selatan melalui dua sorti penerbangan.
- Sorti Pertama: Pesawat melakukan penyemaian awan di langit Tangerang Selatan pada ketinggian 5.000-7.000 kaki. Sebanyak 800 kilogram bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) atau kapur tohor digunakan dalam sorti ini.
- Sorti Kedua: Dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah Perairan Laut Jawa. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000-12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030-060 derajat. Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) digunakan dalam sorti ini.
“Operasi ini merupakan langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir,” kata Isnawa Adji, dilansir Antara, Senin (26/1/2026).
Isnawa menambahkan bahwa pelaksanaan OMC hari ke-11 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi potensi curah hujan tinggi. “Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” ujarnya.






