Jakarta – Tumpukan sampah yang mengotori laut di tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, telah menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat, melainkan ulah oknum pihak swasta yang tidak bertanggung jawab.
Oknum Swasta Dituding Jadi Pelaku
Pejabat Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan, “Iya (sampah berasal dari oknum pihak swasta) orang tidak bertanggung jawab.” Ia menambahkan bahwa warga Muara Baru telah menyuarakan penolakan keras terhadap praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal di kawasan tanggul dan badan air. Warga menegaskan tidak ingin disalahkan atas tindakan segelintir oknum tersebut.
Menurut warga, praktik pembuangan sampah liar ini telah menimbulkan dampak nyata, termasuk pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan peningkatan risiko banjir di kawasan pesisir. Selain itu, ekosistem pesisir terancam rusak akibat penumpukan sampah dan puing di badan air.
“Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan,” tegas Yogi, menekankan bahwa pengelolaan sampah wajib dilakukan sesuai aturan dan di lokasi yang semestinya. Pembuangan sampah ilegal di tanggul maupun badan air akan ditindak tegas.
137 Ton Sampah Diangkut dari Muara Baru
DLH DKI Jakarta telah berhasil mengangkut total 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru. Penanganan sampah ini dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1/2026) dengan mengerahkan ratusan petugas dan berbagai armada pendukung.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, merinci bahwa pada hari pertama (Jumat, 16/1), petugas mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua. Peningkatan signifikan terjadi pada hari ketiga, Minggu (18/1), di mana total 77 ton sampah berhasil diangkut.
“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet. Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” ujar Asep dalam keterangan, Senin (19/1/2026).
Kondisi Tumpukan Sampah dan Peninjauan Wali Kota
Dalam video yang viral, tumpukan sampah terlihat mengapung di perairan sekitar Tanggul Pantai Muara Baru. Beragam jenis sampah, mulai dari plastik hingga potongan kayu, menggenang di perairan berwarna cokelat dan terkonsentrasi di satu titik dekat tanggul. Permukiman warga terlihat tak jauh dari lokasi tersebut.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajarannya telah melakukan pengecekan ke lokasi. “Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul NCICD dan saat ini masih dalam proses sertifikasi oleh BPAD,” kata Hendra dalam keterangan, Sabtu (17/1/2026).






