Berita

Duo Begal Payudara Anak di Kembangan, Jakarta Barat, Menanti Status Tersangka

Advertisement

Polisi telah menangkap dua orang terduga pelaku aksi bejat berupa pembegalan payudara terhadap anak di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Saat ini, status tersangka bagi kedua pelaku masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

Aksi Terekam CCTV, Warga Resah

Peristiwa tidak terpuji ini terjadi di depan Musala Baitul Ghufron, Jalan H Sodon, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Aksi kedua pelaku terekam kamera CCTV sebanyak dua kali, menimbulkan keresahan di kalangan warga dan trauma mendalam bagi para korban.

Ketua RT 09 RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin, mengungkapkan keprihatinannya. “Warga saya, orang ngontrak, pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya,” ujar Pijai pada Selasa (13/1/2026).

Dua Pelaku Diamankan Polisi

Dua pelaku yang melakukan pembegalan payudara terhadap remaja berusia 14 tahun ini telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di Kembangan. Saat ini, pemeriksaan mendalam masih dilakukan untuk menentukan status hukum mereka.

“Belum (tersangka), masih pemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung. Kedua pelaku diketahui berinisial FNS (18) dan ZHR (18). Mereka telah diserahkan kepada penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada pagi hari.

Advertisement

“Motifnya sementara masih didalami,” jelas AKBP Arfan Zulkan Sipayung. Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku, termasuk untuk mendalami peran spesifik masing-masing pelaku dalam aksi tersebut.

Pemicu Aksi: Sering Menonton Video Porno

Pihak kepolisian mengungkap dugaan pemicu di balik aksi bejat kedua pelaku pembegalan payudara remaja di Kembangan. Pelaku FNS dan ZHR diduga kerap menonton video porno.

“Karena sering nonton video porno,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu. Kepada penyidik, kedua pelaku mengaku baru sekali melakukan aksi tersebut. Namun, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Advertisement