Berita

Evakuasi Jenazah Pramugari ATR 42-500 di Bulusaraung Terkendala Hujan Badai

Advertisement

Pangkep – Upaya tim SAR gabungan untuk mengevakuasi jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi kendala serius. Hujan badai yang melanda wilayah tersebut mempersulit pergerakan tim di medan yang terjal.

Kesulitan Evakuasi Jenazah

Danrem 142/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menyatakan bahwa posisi kedua jenazah korban masih berada di lereng gunung. “Posisi korban kedua, korban masih di lereng,” ujar Andre di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1/2026), dilansir detikSulsel.

Proses evakuasi jenazah pertama yang ditemukan sejak Minggu (18/1) juga belum sepenuhnya selesai. Andre mengakui bahwa tim masih berupaya mencari rute evakuasi yang paling aman dan efektif. “Yang pertama kita usahakan. Ini kita sedang cari (rute evakuasi yang tepat),” tuturnya.

Keterbatasan jarak pandang akibat cuaca buruk menjadi tantangan tambahan bagi tim SAR. “Karena situasi begini kan gelap, nanti kita usahakan di desa yang paling dekat,” ucap Andre, sembari berharap kedua jenazah dapat segera dievakuasi.

Advertisement

Dua Jenazah Ditemukan

Hingga kini, tim SAR telah berhasil menemukan dua jenazah dari total 10 korban yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Kedua jasad ditemukan di lereng gunung dengan kedalaman yang bervariasi.

Informasi lebih lanjut mengenai kronologi penemuan dan upaya evakuasi dapat disimak melalui tautan ini. Kesaksian tim SAR mengenai penemuan jenazah pramugari ATR 42-500 dalam kondisi utuh juga dapat dilihat dalam video berikut.

Advertisement