Madrid – Legenda Real Madrid, Guti, memberikan pandangannya mengenai pemecatan Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Los Blancos. Menurut Guti, dinamika ruang ganti menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
Dinamika Ruang Ganti Jadi Pemicu
Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso pada Senin (12/1/2026). Keputusan ini diambil setelah kekalahan Madrid dari Barcelona dalam final Piala Super Eropa. Alonso hanya menjabat sebagai pelatih Madrid selama kurang dari tujuh bulan, sejak ditunjuk pada awal musim ini.
Kabar mengenai ketidakakurannya dengan beberapa pemain Madrid, termasuk Vinicius Junior, memang sudah beredar luas. Guti meyakini bahwa ketidaknyamanan di ruang ganti menjadi akar masalahnya.
“Saat ruang ganti tidak bahagia dengan pelatih, itu terlihat saat latihan dan dalam pertandingan. Saya kira itulah yang memicu kepergian Xabi,” ujar Guti seperti dikutip dari DAZN.
Statistik Bagus, Namun Tak Cukup
Guti menambahkan bahwa jika alasan pemecatan murni karena gaya bermain atau hasil di lapangan, statistik Alonso sebenarnya cukup impresif. Ia membandingkan dengan pelatih Barcelona, Flick, yang memiliki catatan serupa dalam 34 pertandingan.
“Saya rasa, kalau itu karena gaya bermain atau apa yang dilakukan di lapangan, saya baru saja melihat statistik Flick, pelatih Barcelona, mempunyai hasil akhir yang sama seperti Alonso dalam 34 pertandingan,” jelas Guti.
“Itu berarti fakta bahwa dia memenangi banyak pertandingan bukan hal buruk baginya. Tapi, memang benar bahwa ada banyak rumor yang menyebutkan bahwa dia tak cocok dengan suasana ruang ganti,” imbuhnya.
Catatan Alonso Bersama Madrid
Selama 34 pertandingan membesut Real Madrid, Xabi Alonso mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kali menelan kekalahan. Torehan ini sebenarnya tergolong baik untuk musim perdananya sebagai pelatih tim utama Los Blancos.
Meskipun demikian, performa di lapangan tampaknya tidak cukup untuk menutupi masalah internal yang terjadi di ruang ganti.






