PANGKEP – Jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1/2026) malam. Jasad tersebut langsung dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Evakuasi Tertahan Cuaca Ekstrem
Jenazah pramugari pesawat nahas itu pertama kali ditemukan oleh tim SAR di lereng terjal Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Proses evakuasi sempat mengalami kendala signifikan akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut, termasuk hujan badai dan kabut tebal.
Situasi cuaca buruk dilaporkan terus berlangsung di lereng gunung sejak pagi hari. Meskipun demikian, tim SAR gabungan tetap berupaya keras untuk menyelesaikan misi evakuasi agar jenazah dapat segera diidentifikasi.
Proses Evakuasi yang Menantang
Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Danrem 142/Toddopuli, menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah dimulai pada pukul 11.00 Wita. Ia menyatakan, “Dimulai dari pukul 11.00 Wita tadi, karena cuaca yang cukup berat karena hujan, angin, dan angin itu sekitar 20-25 not, itu bisa terselesaikan sampai dengan di puncak itu sampai pukul 17.15 Wita.”
Setelah berhasil mencapai puncak pada pukul 17.15 Wita, tim SAR segera memulai proses penurunan jenazah. Jasad pramugari tersebut akhirnya tiba di Desa Tompubulu pada pukul 20.00 Wita, menandai keberhasilan operasi penyelamatan yang penuh tantangan ini.
“Langsung dibawa oleh ambulans ke RS Bhayangkara,” ujar Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengonfirmasi tujuan akhir jenazah setelah berhasil dievakuasi.






