Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Polri Lampaui Target, Salurkan 195.635 Ton Beras SPHP di 2025

Advertisement

Polri berhasil melampaui target penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun 2025. Total sebanyak 195.635 ton beras telah disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Korps Bhayangkara.

Capaian Melampaui Target

Pencapaian ini diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Jenderal Sigit menjelaskan bahwa target awal penyaluran beras SPHP oleh Bulog pada 2025 adalah sebesar 1,5 juta ton.

“Dalam rangka menjaga stabilitas harga beras, Polri menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui penyaluran beras SPHP. Awalnya, target penyaluran beras SPHP oleh Bulog pada tahun 2025 adalah sebesar 1,5 juta ton,” ujar Jenderal Sigit.

Sebelum Polri turut serta, sisa target Bulog pada tahun tersebut adalah sekitar 1,3 juta ton. Dari sisa target tersebut, Polri diberikan amanah untuk menyalurkan 10%, yaitu sebanyak 131.882 ton.

Kontribusi Signifikan untuk Stabilitas Harga

Namun, dalam perjalanannya, penyaluran beras SPHP yang diberikan kepada Polri justru melampaui target yang ditetapkan. Hingga 8 Januari 2026, Polri telah menyalurkan 195.635 ton beras SPHP di 142.873 titik.

“Sampai dengan 8 Januari 2026, Polri telah melaksanakan penyaluran beras SPHP sebanyak 195.635 ton pada 142.873 titik. Capaian tersebut melampaui target yang diberikan kepada Polri, sekaligus memberikan kontribusi signifikan, yakni 32,04% dari total realisasi penyaluran Bulog secara nasional serta 62,8% dari realisasi penyaluran oleh instansi pemerintah,” jelas Jenderal Sigit.

Advertisement

Atas capaian luar biasa ini, Jenderal Sigit menyatakan bahwa penyaluran beras SPHP oleh Polri dihentikan sementara terhitung sejak 8 Januari 2026.

“Sehubungan dengan capaian yang telah melebihi target tersebut, terhitung sejak 8 Januari 2026 kegiatan GPM Polri berupa penyaluran beras SPHP sementara waktu dihentikan karena telah melebihi target yang ditentukan,” tuturnya.

Kapolri menambahkan bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan Polri ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan berbagai bahan pokok penting (Bapokting), sehingga berhasil mencegah kelangkaan dan gejolak harga di masyarakat.

“Berbagai upaya Polri tersebut telah berhasil menjaga stabilitas harga dan ketersediaan berbagai Bapokting, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan gejolak harga di tengah masyarakat,” pungkas Jenderal Sigit.

Advertisement