Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta Kementerian ESDM untuk menetapkan standar produk impor. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi untuk mencegah potensi kebocoran dalam pelaksanaan impor energi, khususnya yang akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).
Diskusi dengan KPK
Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026), Yuliot Tanjung menyatakan, “Ini kan, itu makanya ada kita konsultasi dengan KPK, jadi sehingga ada mitigasi di situ terhadap ada kebocoran, pelaksanaan yang tidak tepat, ya kita sudah konsultasi kan.” Ia menambahkan, “Poin-poin penting ini, kalau dari Kementerian ESDM diminta untuk bagaimana menetapkan standar untuk produk dari impor.”
Yuliot hadir di KPK didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. Ketiganya telah berada di gedung KPK sejak siang hari.
Negosiasi Tarif Resiprokal dengan AS
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan bahwa negosiasi mengenai tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut. Salah satu tawaran yang diajukan adalah kemudahan impor minyak dan gas (migas) dari AS tanpa melalui proses lelang.
Menurut Airlangga, penugasan impor migas dari AS ini akan diberikan kepada PT Pertamina (Persero). Volume belanja produk energi tersebut diperkirakan mencapai 15 juta barrel of oil equivalent (BOE).
“Salah satunya terkait dengan komersial pembelian migas dari Amerika, di mana itu nanti penugasannya salah satunya ke Pertamina. Besaran volumenya sekitar 15 juta ton,” ungkap Airlangga seperti dilansir detikFinance pada Senin (17/11/2025).
Jika negosiasi ini disetujui, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres). Airlangga juga menyatakan bahwa negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS telah memasuki tahap final, dengan target penyelesaian perundingan impor kedua negara pada tahun ini.
Simak juga video terkait pernyataan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengenai rencana impor solar: [Gambas:Video 20detik]






