Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, menyatakan fokusnya pada awal tahun 2026 adalah memantapkan program kerja yang telah dirintis pada tahun sebelumnya. Ia menargetkan peningkatan jumlah desa produktif melalui pemetaan potensi lokal yang lebih mendalam.
Pemetaan Potensi Desa dan Target Peningkatan
Yandri Susanto menjelaskan bahwa setahun terakhir ia gunakan untuk mempelajari berbagai permasalahan desa sekaligus merumuskan solusi. “Ya jadi saya setahun ini kan meletakkan dasar yang kuat, saya kan belajar sekaligus belajar masalah kemudian meramu solusi, jadi sekarang insyaallah mulai tahun 2026 ini sudah mulai pemantapan, jadi potensi-potensi desa saya udah tahu,” ungkap Yandri saat berbincang dengan detikcom pada Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan bahwa desa-desa dengan potensi unggulan seperti wisata, ekspor, dan tematik telah berhasil dipetakan. “Saya petakan jangan sampai kita kehilangan waktu, jadi kalau misalkan sekarang baru sekitar berapa desa wisata, kita naikkan lebih banyak lagi, berapa desa ekspor kita naikkan lagi, termasuk misalkan target kita jangan ada lagi desa tertinggal,” tuturnya.
Deklarasi Boyolali untuk Gerakan Membangun Desa
Sebagai langkah awal di tahun 2026, akan diselenggarakan Deklarasi Boyolali. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat gerakan membangun desa yang berpusat dari Boyolali.
“Maka nanti akan ada Deklarasi Boyolali, membangkitkan semangat gerakan membangun desa dari Boyolali, itulah energi besar kita, jadi semua potensi tadi kita akan ramu sedemikian rupa, dan langsung konkret dengan eksekusi,” jelas Yandri.
Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum untuk mengoptimalkan seluruh potensi desa yang telah teridentifikasi melalui eksekusi program yang nyata.






