Berita

Mensesneg: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sekadar Wacana

Advertisement

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi mengenai rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan untuk menanggulangi disinformasi dan propaganda asing. Menurut Prasetyo, RUU tersebut saat ini masih berada dalam tahap wacana dan belum masuk dalam proses pembahasan lebih lanjut.

RUU Masih Tahap Wacana

“Masih wacana. Belum (digodok),” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari RUU ini bukanlah untuk membatasi keterbukaan informasi. Sebaliknya, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap platform dan sumber informasi memiliki prinsip pertanggungjawaban yang jelas atas konten yang disebarluaskan.

Prasetyo menambahkan, “Itu kan semangatnya bagaimana kita itu apa namanya bukan kita tidak ingin keterbukaan, tidak. Tapi segala platform atau sumber-sumber informasi kan pertama ya kita mesti ada pertanggungjawaban di situ kan. Yang kedua kita juga harus berpikir mengenai efek dari platform-platform apa namanya informasi dan komunikasi itu, apalagi kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya semangatnya itu.”

Tanggung Jawab di Era Teknologi

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), Prasetyo menekankan pentingnya prinsip tanggung jawab yang menyertai kemajuan tersebut. Ia mengingatkan agar AI dan teknologi tidak disalahgunakan untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab atau bahkan merusak.

Advertisement

“Jadi kira-kira gini lho supaya apa ya namanya dengan perkembangan teknologi, perkembangan AI, itu tapi juga ada bentuk tanggung jawabnya gitu lho,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan, “Jadi jangan kemudian AI atau teknologi itu justru dipakai untuk sesuatu yang kurang bertanggung jawab atau bahkan sesuatu yang merusak gitu misalnya. Kalau yang positif wah kita harus harus melek teknologi, kita harus justru kita harus mau mengejar ketertinggalan dalam hal teknologi.”

Advertisement