Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya dugaan unsur kesengajaan di balik peristiwa kebakaran yang terjadi di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Mei 2024. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bagian dari drama panjang pembangunan kilang terintegrasi tersebut.
Drama Pembangunan Kilang RDMP Balikpapan
Menurut Bahlil, proyek RDMP seharusnya sudah rampung pada awal Mei 2024. Namun, sebuah peristiwa kebakaran terjadi di Kilang Pertamina Balikpapan pada Sabtu, 25 Mei 2024. Bahlil menduga kebakaran tersebut tidak murni kecelakaan.
“Tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar, atau dibakar karena ada faktor lain,” ujar Bahlil saat ditemui di kawasan proyek RDMP Pertamina, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (13/1/2026).
Dugaan ini muncul setelah tim investigasi dari Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian ESDM dan Komisaris di Pertamina melakukan penyelidikan pada Agustus 2024. “Bulan Agustus saya memerintahkan tim saya dari Irjen Komisaris di Pertamina, kami minta untuk investigasi ternyata barang ini ada udang di balik batu,” jelasnya.
Upaya Swasembada Energi Nasional
Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa masih ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada energi. Ia meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, target swasembada energi dapat segera terwujud.
“Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dan kita harus selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” tegasnya.






