JAKARTA – Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama 17 hari di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Tim SAR gabungan memperkirakan Syafiq meninggal dunia sekitar 4 hingga 5 hari sebelum jasadnya ditemukan.
Lokasi Penemuan dan Barang Bukti
Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan bahwa lokasi penemuan jasad Syafiq tidak berjauhan dari titik awal ia terpisah dari rombongannya. Di sekitar area tersebut, tim SAR juga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang, seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” ujar Affandi kepada wartawan, dilansir detikJateng, Rabu (14/1/2026).
Kondisi Jasad dan Dugaan Penyebab Kematian
Affandi menegaskan bahwa korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur. Berdasarkan pengamatan dokumentasi di lapangan, kondisi tubuh Syafiq masih relatif baik, mengindikasikan bahwa ia baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
“Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari. Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Affandi menduga Syafiq meninggal dunia akibat hipotermia. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.
“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi,” tambahnya.






