JAKARTA, 13 Januari 2026 – Perjuangan perempuan tangguh yang seringkali tak terdengar kini hadir dalam bingkai visual. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar pameran foto bertajuk “Perempuan Lentera Kehidupan” di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, pada 12-14 Januari 2026. Pameran ini menampilkan 12 karya jurnalistik terbaik dari lomba foto nasional yang diikuti 147 jurnalis se-Indonesia.
Refleksi Hari Ibu dan Pemberdayaan Perempuan
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi PNM terhadap karya jurnalistik dan nasabah perempuan. Tema “Perempuan Lentera Kehidupan” dipilih untuk merefleksikan semangat PNM dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera, sekaligus sebagai bagian dari perayaan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember lalu.
Karya Jurnalistik Terbaik di Ruang Publik
Dari ratusan karya yang masuk, 12 foto terpilih sebagai finalis setelah melalui penilaian dewan juri profesional. Pameran sengaja digelar di Stasiun MRT Bundaran HI karena lokasinya yang strategis dengan tingkat mobilitas tinggi. Diharapkan, kisah perjuangan perempuan yang ditangkap para jurnalis dapat menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan disaksikan ribuan penumpang setiap harinya.
Karya-karya yang dipamerkan terbagi dalam tiga kategori utama: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kategori ini merepresentasikan tiga aspek pendekatan pemberdayaan yang dilakukan PNM kepada 22,7 juta perempuan prasejahtera binaannya.
Antusiasme Pengunjung dan Makna Pameran
Pengunjung pameran menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak yang memperlambat langkah, berhenti pada setiap bingkai, dan terdiam saat membaca cerita di balik foto. “Foto-foto ini bikin perjuangan perempuan makin ter-highlight. Sebagai sesama perempuan saya tau betul perjuangan beratnya, saya jadi langsung ingat sosok ibu, dan rasanya lebih terharu sekarang,” ungkap salah satu pengunjung.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyatakan bahwa pameran ini bertujuan memperkuat narasi pemberdayaan melalui dokumentasi visual. “Kami ingin menunjukkan bagaimana perempuan menjadi pusat ketahanan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dodot.
Pameran ini menjadi pengingat di tengah kesibukan kota bahwa banyak aspek kehidupan bertumpu pada perempuan-perempuan yang terus berjuang, menjadi lentera bagi keluarga dan lingkungan mereka.






