Banjarbaru – Rachmad Albi Fakhri (12), seorang siswa Sekolah Rakyat, berhasil memukau Presiden Prabowo Subianto dengan penampilannya sebagai Komandan Peleton (Danton) Polisi Cilik (Pocil) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Aksi disiplin dan kompak Albi saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di BBPPKS Banjarmasin menuai pujian langsung dari Presiden, bahkan berujung pada pemberian beasiswa kepolisian.
Kekaguman Presiden Prabowo
Di hadapan para undangan, Prabowo Subianto tidak ragu menyampaikan kekagumannya terhadap kepemimpinan dan gerakan baris-berbaris yang ditampilkan Albi. “Hebat sekali itu, komandannya suruh hadap saya. Saya kira tidak kalah dengan SMA Taruna Nusantara. Sikapnya itu lho. Balik kanannya itu luar biasa, saya belum pernah lihat,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (14/1/2026). Saking terkesannya, Presiden bahkan sempat menyentil Menteri Luar Negeri Sugiono dengan candaan, “Nggak yakin, balik kananmu sama dengan anak ini, tapi kamu sudah menteri, saya tidak mau uji kamu.”
Usai acara, Prabowo secara pribadi menyapa Albi, memberikan hormat, berjabat tangan, dan merapikan baret yang dikenakan siswa tersebut. Ia juga turut mengajak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berinteraksi dengan Albi, menunjukkan apresiasi yang tinggi.
Atraksi Pocil yang Memukau
Penampilan Albi yang memimpin atraksi baris-berbaris variasi Pocil selama kurang lebih 10 menit memang menjadi sorotan utama. Tepuk tangan dan pujian atas kekompakan serta kedisiplinan para siswa Pocil membahana di lokasi acara. Atraksi ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang juga dimeriahkan oleh penampilan teater, puisi, silat, serta pidato dalam berbagai bahasa asing.
Cita-cita Albi dan Dukungan Presiden
Albi, putra dari pasangan Fahrur Rozi dan Siti Kholifah, saat ini duduk di kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 28 Kota Pasuruan. Ia mengaku bangga dan tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Presiden. “Senang tidak menyangka saya bertemu Bapak Presiden,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Albi dengan mantap menyatakan ingin menjadi seorang polisi. Mendengar hal tersebut, Presiden Prabowo langsung memberikan kejutan dengan menawarkan beasiswa kepolisian. “Kamu mendapatkan beasiswa polisi,” kata Albi menirukan ucapan Presiden.
Proses Latihan dan Dampak Positif
Koordinator Pelatih Pocil Polres Pasuruan Kota, Aipda Setiyo Budi Utomo, S.H., menjelaskan bahwa para Pocil telah menjalani latihan intensif selama dua bulan. “Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Kesempatan yang luar biasa dan pengalaman yang berkesan juga membanggakan,” tuturnya.
Setiyo Budi Utomo menambahkan bahwa Albi menunjukkan perubahan positif selama pelatihan. “Mendidik Albi, saya memang lebih keras daripada yang lain, karena dia Danton, harus bisa jadi contoh. Awalnya sangat sulit menerima arahan, tapi alhamdulillah dia ada motivasi. Akhirnya terbentuk Alby yang saat ini,” jelasnya.
Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, turut mengungkapkan rasa bangganya. “Sangat membanggakan saya dan membuat haru. Selama tampil, saya tidak sadar menitikan air mata karena mengingat perjuangan yang tidak mudah,” ceritanya. Ia berharap nilai kedisiplinan dan ketertiban yang ditanamkan melalui kegiatan Pocil dapat terus diterapkan dalam keseharian siswa.
“Sikap disiplin itu tetap ditanamkan anak-anaknya disini dan mereka menjadi teladan bagi teman-teman yang lain dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan keasramaan,” ucapnya. “Bahkan saat ini, kegiatan pocil ini sudah berdampak baik dan positif, anak-anak ini semakin baik perilakunya,” tambahnya.
Perkembangan Program Sekolah Rakyat
Hingga kini, 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia, mencakup Sumatera (35 lokasi), Jawa (70 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (7 lokasi), Kalimantan (13 lokasi), Sulawesi (28 lokasi), Maluku (7 lokasi), dan Papua (6 lokasi). Pada tahun ajaran 2025/2026, program ini telah melayani 15.945 siswa dan ditargetkan akan berkembang hingga 500 titik dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah.
Program Sekolah Rakyat juga telah menyerap 7.107 tenaga kerja, terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 lokasi, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan diproyeksikan akan terus bertambah.
Acara peresmian yang digelar pada Senin (12/1/2026) ini dihadiri sekitar 200 peserta, termasuk 800 siswa beserta orang tua dan pengajar dari berbagai daerah. Turut hadir pula sejumlah pejabat negara, di antaranya Wamensos Agus Jabo Priyono, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, MenPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menko PMK Pratikno, Menkomdigi Meutya Hafiz, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri PanRB Rini Widiantini, Menhub Dudy Purwagandhi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Perpustakaan Nasional Aminudin Aziz, serta para gubernur dan bupati/wali kota.






