Berita

Pramono Anung Mulai Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said

Advertisement

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hari ini, Rabu (14/1/2026), memimpin langsung peninjauan dan menyaksikan pemotongan tiang-tiang monorel yang telah lama terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, turut hadir mendampingi.

Pantauan di lokasi, tepatnya di sekitar Halte LRT Setia Budi, Jakarta Selatan, pada pukul 08.57 WIB, Pramono yang mengenakan seragam dinas berwarna putih tampak didampingi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga DKI Heru Suwondo, serta jajaran pejabat lainnya. Mereka mengamati tiang-tiang monorel yang menjadi fokus pembongkaran.

Sejumlah alat berat, termasuk mesin las potong untuk memangkas struktur besi, telah disiapkan di lokasi. Pemotongan tiang monorel pertama dilakukan pada pukul 09.07 WIB oleh petugas Dinas Bina Marga. Gubernur Pramono dan jajarannya menyaksikan langsung proses pembongkaran aset yang telah bertahun-tahun mangkrak tersebut.

Situasi lalu lintas di Jalan Rasuna Said arah Gatot Subroto terpantau ramai lancar, meskipun salah satu jalur lambat ditutup sementara untuk keperluan pembongkaran. Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur lalu lintas. Sebuah mobil Dishub dengan layar LED bertuliskan “Patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di Lapangan. Mohon maaf perjalanan Anda terganggu” digunakan untuk memandu kendaraan yang melintas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat ini terdapat 98 tiang monorel yang masih berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika. Proyek pembangunan monorel ini sejatinya dimulai pada tahun 2004. Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004, sekitar pukul 10.30 WIB, saat Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Advertisement

Namun, pada tahun 2008, pengembang sekaligus investor proyek, PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan menghadapi kendala pendanaan yang signifikan. Akibatnya, tiang-tiang yang sudah terpasang terbiar mangkrak menjadi monumen yang tidak berfungsi. Nilai proyek ini kala itu mencapai USD 450 juta. PT JM dilaporkan tidak mampu memenuhi syarat investasi sebesar USD 144 juta.

Selanjutnya, pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo di tahun 2011, pembangunan proyek monorel resmi dihentikan. Pihak PT JM kemudian mengajukan permintaan ganti rugi biaya investasi sebesar Rp 600 miliar, namun ditolak oleh Fauzi Bowo. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu menyatakan hanya akan membayar sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saksikan Live DetikPagi: Simak juga Video ‘Pramono: Rp 100 M untuk Tata Jalan Rasuna Said, Tak Cuma Bongkar Monorel’

Advertisement