Artis Tasya Kamila menekankan pentingnya mengajarkan bahasa Inggris kepada anak sejak usia dini. Baginya, kemampuan berbahasa asing tidak hanya aspek akademis, tetapi juga krusial dalam membangun kepercayaan diri anak.
Sebagai seorang ibu, Tasya menyadari bahwa pembelajaran bahasa Inggris di rumah saja tidaklah cukup, terutama jika orang tua sehari-hari berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Saya merasa, anak tidak cukup belajar bahasa Inggris di rumah saja. Terutama untuk orang tua yang kalau berkomunikasi satu sama lain pakai bahasa Indonesia sebaiknya anak juga bisa belajar di kursus atau sekolah bahasa Inggris,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Kesadaran ini mendorong Tasya untuk mendaftarkan putranya, Arrasya, yang kini berusia 6 tahun, ke sebuah lembaga kursus bahasa Inggris. “Arrasya menjadi murid English 1 sejak tahun 2025. Selain diajarkan membaca dan menulis, juga diajarkan life skills untuk berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” tuturnya.
Tasya Kamila mengakui bahwa langkah ini memberikan kesempatan lebih luas bagi Arrasya untuk aktif menggunakan bahasa Inggris dalam lingkungan yang menyenangkan. “Masuk English 1 untuk memberikan kesempatan lebih banyak lagi bagi Arrasya untuk berbicara bahasa Inggris. Mempraktikkan bahasa Inggris bersama teman-temannya di lingkungan yang menyenangkan dan nyaman bagi dia. Arrasya diajarkan belajar dan bermain,” katanya.
Pendekatan belajar sambil bermain ini, menurut Tasya, menjadi kunci agar anak tidak merasa tertekan. Pandangannya sejalan dengan konsep yang diusung English 1, yang baru saja menggelar Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 di Balai Sarbini, Jakarta.
President Director English 1, Matthew Kenley, menyebut kompetisi ini sebagai tonggak penting setelah 30 tahun English 1 hadir di Indonesia. Sebanyak 1.300 murid SD kelas 1 hingga SMP kelas 3, yang merupakan finalis terbaik dari seleksi 19.500 murid di 58 kota, berpartisipasi dalam kompetisi tingkat nasional ini.
“Tahun ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momen penting yang menandai awal dari era baru English 1,” ujar Matthew Kenley. Untuk pertama kalinya, sertifikat pemenang kompetisi nasional Spelling Bee didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kolaborasi ini menegaskan komitmen English 1 dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi dan memberikan pengakuan akademik yang bermakna.
Rhea Danaparamita, Marketing Director English 1, menambahkan, “Kebutuhan akan pendidikan bahasa Inggris berkualitas semakin tinggi, dan masyarakat melihat English 1 sebagai pilihan utama. Kami kini dapat menghadirkan peluang yang lebih merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia untuk ikut serta dalam ajang seperti Spelling Bee.”






