Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya dukungan ekosistem digital yang kuat dan terarah bagi generasi muda Indonesia agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menilai, meskipun generasi muda memiliki modal dasar adaptasi dan kreativitas, kesiapan ekosistem digital nasional masih belum optimal.
Tantangan Ekosistem Digital
“Sejatinya secara individu generasi muda memiliki modal dasar kemampuan adaptasi dan kreativitas saat menghadapi cepatnya perkembangan teknologi. Namun ekosistem yang belum sepenuhnya siap, menyebabkan muncul beragam tantangan yang harus segera diatasi,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2023-2024 menunjukkan penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5 persen. Khusus untuk kelompok usia 13-18 tahun, penetrasi internet di wilayah perkotaan bahkan hampir menyentuh 100 persen.
Namun, Survei Literasi Digital Indonesia 2023 mengungkap indeks literasi digital nasional masih berada di angka 3,84 dari skala 5, yang berarti masih dalam kategori sedang. Aspek keamanan digital dan kecakapan digital tercatat relatif rendah, masing-masing di angka 3,52 dan 3,44.
Langkah Nyata Penguatan Ekosistem
Menyikapi kondisi tersebut, Lestari mendorong respons cepat melalui langkah nyata untuk mempersiapkan ekosistem digital yang kuat, adil, dan terarah bagi generasi penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan industri teknologi.
“Pemerataan infrastruktur digital, kurikulum yang relevan, penguatan keamanan, serta etika digital dapat direalisasikan sebagai dasar bagi generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologi,” jelas Lestari, yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini berharap, dengan kesiapan yang matang, generasi penerus bangsa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu berperan sebagai pencipta dan pengendali teknologi di masa depan.






