Berita

Warga Rasuna Said Harap Pembongkaran Tiang Monorel Segera Tuntas

Advertisement

JAKARTA – Warga di kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menyambut baik dimulainya proses pembongkaran tiang-tiang proyek monorel yang telah lama terbengkalai. Mereka berharap pengerjaan ini dapat diselesaikan sesuai target demi kenyamanan dan keamanan lalu lintas.

Kekhawatiran Warga Terhadap Tiang Monorel

Miftah (28), salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tiang monorel yang menjulang. Ia menilai tiang-tiang tersebut berpotensi membahayakan pengendara jika terus dibiarkan. “Semoga cepat selesai pembongkarannya, semoga sesuai targetnya,” ujar Miftah pada Jumat (16/1/2026).

Menurut Miftah, tiang monorel yang mangkrak tersebut sebenarnya bisa menjadi aset jika proyek dilanjutkan. Namun, jika tidak, pembongkaran adalah solusi terbaik. “Kalau bisa dibongkar, ya dibongkar, kalau mau dilanjut, ya lanjut. Soalnya, kan bahaya juga itu, sudah besinya ke atas,” tuturnya.

Senada dengan Miftah, Jackson (44) juga menyoroti aspek keselamatan. Ia mengaku sering melihat kecelakaan yang melibatkan tiang besi tersebut, terutama di bagian ujung jalan. “Itu bahaya, ini jalanan sempit kan, ada besi lagi kan, bahaya. Apalagi yang di ujung, bahaya banget. Sering tabrakan yang di situ, nabrak besi itu. Yang paling ujung yang pertama itu, sering kok itu ditabrak,” jelasnya.

Dukungan Terhadap Penataan Kawasan

Jackson mendukung penuh upaya pembongkaran tiang monorel sebagai bagian dari penataan kawasan Rasuna Said. Ia mengapresiasi keputusan pemerintah yang melakukan pembongkaran pada malam hari untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas perkantoran dan lalu lintas.

“Benar juga itu ngerjain malam, jadi nggak mengganggu aktivitas yang kerja kan, lalu lintas juga. Kalau pas aktivitas kerja kantor, ya bikin macet kalau dikerjain. Kalau malam, jam-jam 10 udah agak lengang jalanan,” katanya.

Lebih lanjut, Jackson berharap agar pemerintah dapat menyamakan ruas jalan di Rasuna arah Pancoran menjadi satu jalur. Ia berpendapat bahwa pembagian jalur lambat dan cepat justru menimbulkan kemacetan.

Advertisement

“Ya lebih bagus dibikin begitu, jadi disamain sama yang seberang gitu jalannya. Nggak semrawut. Orang kan kadang udah ada plang di situ kan, nggak bisa, kadang masuk aja . Jadi semrawut, bikin macet kan. Kalau dibikin kayak di seberang, udah plong aja orang ke sana,” ungkapnya.

Rencana Penataan Kawasan Rasuna Said

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa sebanyak 109 tiang monorel akan dipotong dan ditata ulang sebagai bagian dari revitalisasi kawasan. Ia menargetkan proyek ini selesai pada bulan September.

“Jumlah tiangnya ada 109 sampai ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai,” kata Pramono saat meninjau pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Pramono menjelaskan bahwa biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp 254 juta. Namun, total biaya untuk penataan kawasan, termasuk infrastruktur jalan, mencapai Rp 102 miliar. “Sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp 100 miliar itu bukan motongnya . Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya,” tegasnya.

Setelah pembongkaran rampung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan dengan penataan jalan, selokan, trotoar, dan penerangan umum. Kajian mendalam masih terus dilakukan terkait rencana penataan kawasan Rasuna Said ini.

Advertisement