Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengerahkan 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu percepatan pemulihan pemerintahan desa di wilayah terdampak bencana terparah di Sumatera, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Rencananya, para praja akan mulai bertugas pada 3 Januari 2026.
Tugas Pembersihan dan Pemulihan Pemerintahan Desa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari ini, bahwa praja IPDN akan ditugaskan dalam dua fokus utama. Pertama, membantu pembersihan wilayah yang terdampak banjir. Kedua, memulihkan fungsi pemerintahan desa yang lumpuh akibat bencana.Tito mengungkapkan bahwa Aceh Tamiang dan Aceh Utara merupakan wilayah dengan dampak terparah. Dari total 22 desa yang hilang tersapu banjir di tiga provinsi di Sumatera, 13 di antaranya berada di kedua wilayah tersebut. Selain itu, dari 1.580 kantor desa yang terdampak, sebanyak 1.455 kantor desa berlokasi di Aceh. Langkah pengiriman praja IPDN ini diharapkan dapat membangkitkan kembali pemerintahan desa agar pelayanan publik segera berjalan.
“Tugas praja IPDN ini ada dua. Pertama, membantu pembersihan wilayah terdampak. Kedua, menghidupkan kembali pemerintahan desa,” jelas Tito dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).
Skema Kuliah Kerja Nyata dan Dukungan Administrasi Kependudukan
Penugasan 1.054 praja IPDN ini dirancang menyerupai skema kuliah kerja nyata (KKN). Melalui program ini, para praja diharapkan dapat bersentuhan langsung dengan realitas sosial masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pemulihan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menegaskan bahwa Kemendagri telah menerjunkan tim untuk memberikan dukungan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat terdampak bencana. Hal ini penting mengingat banyak warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat banjir dan longsor.
Hingga saat ini, Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri telah berhasil merestorasi 63.230 dokumen kependudukan. Dokumen tersebut meliputi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan akta kematian.
“Sejak 25 November, kami telah mengirimkan sembilan tim Dukcapil, masing-masing tiga tim di setiap daerah. Dari hasil pemantauan, terdapat tiga daerah yang layanan Dukcapilnya tidak berjalan, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa. Seluruh layanan ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi masyarakat,” tutupnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Kehadiran para pejabat lintas kementerian dan lembaga ini menegaskan sinergi pemerintah pusat dalam penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.






