Berita

Bocah 6 Tahun di Riau Selamat dari Serangan Buaya Berkat Keberanian Ibunda

Advertisement

Kuantan Singingi – Insiden menegangkan terjadi di Sungai Batang Kuantan, Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Rabu (14/1/2026) sore. Seorang bocah perempuan berinisial SN, yang baru berusia 6 tahun, dilaporkan diserang seekor buaya saat sedang mandi di sungai tersebut. Beruntung, aksi sigap sang ibu berhasil menyelamatkan nyawa anaknya dari terkaman predator air tersebut.

Menurut Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Permana, peristiwa nahas itu bermula ketika korban SN tengah mandi di Sungai Batang Kuantan bersama nenek, ibu, dan adiknya. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan langsung menggigit paha kiri korban.

“Saat korban masuk ke dalam sungai, tiba-tiba seekor buaya menyerang dan menggigit paha kiri korban,” ujar AKBP Hidayat Permana dalam keterangannya pada Jumat (16/1/2026).

Melihat anaknya dalam bahaya, ibu korban tidak tinggal diam. Ia segera bertindak cepat untuk menyelamatkan SN dari gigitan buaya.

“Melihat kejadian tersebut, ibu korban dengan cepat melakukan penyelamatan sehingga korban berhasil dilepaskan dari gigitan buaya,” sambungnya.

Korban Jalani Perawatan Medis

Akibat serangan buaya tersebut, korban SN mengalami luka gigitan yang cukup serius di paha kirinya. Ia segera dilarikan ke sebuah klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Advertisement

“Alhamdulillah korban berhasil selamat dan telah mendapatkan perawatan berupa jahitan sebanyak 10 jahitan di bagian paha kiri. Saat ini kondisi korban dalam keadaan sadar dan masih dalam pengawasan medis,” jelas AKBP Hidayat Permana.

Imbauan Kewaspadaan untuk Warga

Menyikapi insiden ini, Kapolres Kuansing mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas mandi atau bermain di sungai, terutama pada sore dan malam hari, mengingat potensi keberadaan satwa liar seperti buaya. Keselamatan jiwa masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan imbauan kamtibmas dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Advertisement