Berita

Guru SD di Tangsel Dilaporkan ke Polisi Akibat Nasihati Murid, Mediasi Diupayakan

Advertisement

TANGERANG SELATAN – Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan ke pihak kepolisian setelah memberikan nasihat kepada salah seorang muridnya. Pelaporan ini muncul karena orang tua murid merasa tidak terima atas perkataan yang disampaikan guru tersebut.

Kronologi Pelaporan

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, insiden bermula saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Seorang siswa dilaporkan mengadu kepada orang tuanya bahwa ia menerima perkataan yang kurang pantas dari teman sesama siswa. Menindaklanjuti aduan tersebut, orang tua siswa mencoba menemui guru yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan. Namun, upaya mediasi awal ini dilaporkan tidak mencapai titik temu.

“Ada permohonan maaf dari guru kepada siswa tersebut, tetapi ini ditunggu mulai Agustus sampai Desember 2025 tidak ada permintaan maaf di depan forum atau di depan kelas artinya disaksikan orang banyak nah akhirnya membuat laporan,” ungkap Budi Hermanto kepada wartawan pada Rabu (28/1/2026).

Pihak orang tua murid menuntut agar guru tersebut meminta maaf secara terbuka di depan kelas, disaksikan oleh seluruh siswa. Ketidaksepahaman mengenai penyelesaian konflik ini akhirnya mendorong orang tua murid untuk menempuh jalur hukum.

Upaya Mediasi dan Restorative Justice

Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihak kepolisian membuka peluang lebar untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Polres Tangerang Selatan siap memfasilitasi proses restorative justice.

Advertisement

“Pihak Polres Tangerang Selatan akan menerima untuk kedua belah pihak melakukan perdamaian sehingga akan menempuh jalan restorative justice. Kita tunggu hari ini dan akan kita update,” jelasnya.

Viral di Media Sosial

Informasi mengenai kasus ini sempat viral di media sosial, diunggah oleh salah satu anak dari guru yang dilaporkan. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa peristiwa terjadi pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah. Seorang murid dilaporkan terjatuh setelah meminta temannya untuk menggendongnya. Guru tersebut kemudian memberikan nasihat kepada murid yang terjatuh tersebut agar memiliki kepedulian terhadap sesama. Nasihat ini kemudian dipersepsikan oleh orang tua murid sebagai bentuk tindakan memarahi anaknya di depan kelas.

Meskipun telah ada upaya mediasi, orang tua siswa tersebut dilaporkan tetap melanjutkan laporan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Polres Tangsel dengan tuduhan kekerasan verbal.

Advertisement