Berita

Buruh Geruduk Gedung DPR Besok, 4 Tuntutan Utama Disuarakan

Advertisement

Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh dijadwalkan kembali menggelar demonstrasi besar-besaran pada Kamis, 15 Januari 2026. Aksi ini akan dipusatkan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Empat Tuntutan Buruh

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi kali ini akan melibatkan sekitar 500 hingga 1.000 buruh yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Karawang, dan Purwakarta. Demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang telah dilaksanakan pada 30 Desember 2025 dan 8 Januari 2026.

Said Iqbal memaparkan empat tuntutan utama yang akan disuarakan oleh para buruh. Pertama, mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 menjadi Rp 5,89 juta. Ia menekankan bahwa Jakarta memiliki biaya hidup yang sangat tinggi, bahkan menurut riset internasional lebih mahal dibandingkan kota-kota besar di Asia dan Eropa.

“Namun ironisnya, upah minimum buruh di Jakarta justru sangat rendah, hanya sekitar Rp 5,73 juta,” ujar Said Iqbal kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Tuntutan kedua adalah penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 minimal 5 persen di atas 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL). Ketiga, buruh menuntut DPR RI untuk segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang baru, sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 Tahun 2024.

“Tuntutan utama aksi 15 Januari adalah desakan kepada DPR RI agar segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024,” tegasnya.

Advertisement

Tuntutan keempat adalah penolakan terhadap rencana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Said Iqbal menegaskan bahwa pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat.

“KSPI dan Partai Buruh dengan tegas menolak rencana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dan menyatakan bahwa pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat. Penolakan ini berangkat dari pengalaman konkret buruh,” imbuhnya.

Jadwal dan Ancaman Aksi Lanjutan

Demonstrasi rencananya akan dimulai pada pukul 10.00 WIB di depan Gedung DPR RI. Sekitar pukul 15.00 WIB, massa buruh akan bergerak menuju kantor Kemnaker.

Said Iqbal mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan buruh tidak dipenuhi. “Selama kebenaran dan keadilan untuk buruh tidak ditegakkan oleh lembaga-lembaga resmi negara, buruh akan terus turun ke jalan,” ujarnya.

Advertisement