Jakarta – Sejumlah kader Partai NasDem dilaporkan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Fenomena ini memunculkan pertanyaan apakah perpindahan tersebut dipengaruhi oleh pentolan NasDem, Ahmad Ali, yang lebih dulu bergabung dengan PSI.
Analisis Pengamat Politik
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menganalisis bahwa perpindahan kader NasDem ke PSI tidak lepas dari pengaruh Ahmad Ali. “Ahmad Ali Effect. Beberapa orang NasDem yang log in ke PSI dikenal satu mazhab dengan Mad Ali. Itu sudah jadi rahasia umum,” ujar Adi kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, “Jadi wajar saat Ahmad Ali out dari NasDem, figur lain yang satu garis dengan Ahmad Ali juga hijrah.” Terbaru, kader NasDem Rusdi Masse dikabarkan akan segera bergabung ke PSI. Adi memperkirakan akan ada lagi kader NasDem lain yang mengikuti jejak Ahmad Ali.
“Hal yang mengarah ke hal itu (Mad Ali Effect bakal berlanjut) potensial ada. Tinggal tunggu apakah akan ada bedol desa lanjutan. Karena dalam politik pindah atau tetap di partai lama kalkulasinya berdasarkan untung rugi secara politik,” kata Adi.
Menurutnya, NasDem perlu segera mengambil langkah antisipasi agar para kadernya tidak terus hengkang. Ia berpendapat fenomena migrasi ini terjadi karena adanya kebuntuan dalam partai. “Dalam politik mesti ada solusi dari kebuntuan apapun. Politik adalah seni bernegosiasi,” tegas Adi.
Jaringan Politik Ahmad Ali dan Rusdi Masse
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, turut mengamini analisis tersebut. Ia menyoroti jaringan politik Ahmad Ali yang sangat kuat di Sulawesi.
“Kedekatannya dengan Rusdi Masse juga bukan rahasia umum dan sudah lama dikenal dalam dinamika internal NasDem di kawasan tersebut. Sangat mungkin bahwa keputusan Rusdi Masse (jika benar bergabung ke PSI) tidak bisa dilepaskan dari bergabungnya Ahmad Ali terlebih dahulu,” kata Burhanuddin.
Burhanuddin menilai, jika Rusdi Masse benar pindah ke PSI, maka NasDem akan menghadapi tantangan berat. Ahmad Ali dan Rusdi Masse merupakan figur kunci yang berkontribusi pada keberhasilan elektoral NasDem di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. “Kehilangan aktor-aktor sentral seperti ini akan berdampak pada kekuatan organisasi dan mesin politik NasDem di daerah-daerah tersebut,” sambungnya.
Respons Partai
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengakui bahwa sosok Ahmad Ali menjadi salah satu faktor penarik bagi kader NasDem yang bergabung ke partainya. “Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu. Kemudian menginspirasi banyak pihak,” kata Bestari dihubungi, Minggu (25/1).
Menanggapi hal ini, Waketum Partai NasDem, Saan Mustopa, menyatakan menghormati pilihan kadernya yang pindah partai. “NasDem tetap memberikan kenyamanan gitu ya bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa apa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan,” ujarnya.






